Main Menu

Industri Rokok Elektrik Amerika Menjerit, Diberangus FDA

Dani Hamdani
11-08-2016 15:26

Tokok Rokok Elektrik di Sacramento, Amerika, Tutup, 9 Agustus 2016 (Dok KCRA)

Sacramento, California, GATRAnews - Secarik kertas terpampang "Tutup, tidak berjualan" di depan Vape Store, gerai tempat penjualan rokok elektrik di Jalan K, Sacramento, California, Amerika Serikat, pada Selasa, 8 Agustus lalu. Pemilik toko itu, seperti dilaporkan televisi KCRA, menyatakan lebih baik menutup penjualan karena diberangus FDA.

 

FDA (Food and Drug Administration) lembaga yang berkuasa penuh atas peredaran makanan dan obat di Amerika Serikat memang pada Mei lalu mengeluarkan aturan baru soal peredaran rokok elektronik. 

 

Di bawah payung Undang Undang Pengendalian Tembakau (Tobacco Control Act) tahun 2009, FDA memang memiliki kuasa untuk mengatur peredaran produk tembakau--juga produk lain yang tampak atau berkelakuan seperti tembakau.

 

Aturan itu baru berlaku tiga bulan, dan tepat pada Senin 8 Agustus lalu mulai efektif. 

 

Aturan baru FDA itu melarang penjualan e-cigarettes (rokok elektrik atau e-rokok) pada anak dibawah 18 tahun. Larangan serupa pada produk sejenis seperti e-cerutu atau hookah (pipa panjang dan lentur untuk menghisap tembakau dari sebuah labu kaca).

 

FDA juga melarang pembagian contoh secara cuma cuma (free sampling) dan pabrikan e-rokok tidak boleh melakukan promosi piranti hisapnya dengan alasan: alternatif sehat buat perokok. 

 

Di dalam toko Vapor Spot mungkin kosong, tapi pintunya masih terbuka. "Peraturan sekarang menggorok leher. Ia tidak membolehkan kami untuk memberitahu bagaimana menggunakan ini, merakit ini dan bagaimana cara kerja alat ini dengan benar," kata Mario Weaks, pegawai di The Vapor Spot pada KCRA.

 

Sebelum menghisap e-rokok, Weaks mengaku telah merokok selama 25 tahun. Dia menyatakan e-rokok telah menyelamatkan hidupnya. "Hati saya bertambah besar 25 persen, saya agak emosi kalau ngomongin soal ini karena kini saya berjalan sekeliling sambil menanti kapan stroke akan terjadi," ujarnya.

 

Menurutnya, industri rokok elektrik (vaping) akan lenyap karena semua piranti e-rokok baik yang sudah beredar maupun produk baru hanya boleh dijual setelah mendapat lisensi dari FDA. 

 

Mulai hari Senin (8/8/16) semua industri e-rokok harus mendaftar ke FDA. Hari itu juga dimulainya FDA melakukan evaluasi, selama dua tahun, untuk memutuskan produk mana yang boleh ada di pasar bebas dan produk mana yang dilarang.

 

Pabrikan dilarang untuk mengeluarkan rasa baru, alat hisap, dan produk baru tanpa ijin dari FDA. Bahkan juga tidak boleh melakukan modifikasi produk, kata Asosiasi Vaping Amerika. 

 

Di bawah aturan baru, variasi tingkat kadar nikotin, ukuran botol, rasa dan aroma juga kandungan apa saja di dalamnya pada produk yang sudah ada di pasar juga akan diperlakukan seperti produk baru dan ilegal di jual di pasar tanpa persetujuan awal dari FDA.

 

Industri Rokok Elektronik Bakal Mati 

 

Pesimisme segera merebak di para pelaku industri rokok elektrik setelah aturan itu berlaku efektif pada Senin lalu.

 

Andrew Osborne, pemilik Vapor Trail Electronics dari Buffalo, New York, seperti dilaporkan Reason.com, menduga industri e-rokok bakal ambruk oleh peraturan baru tersebut.

 

"Bisnis e-rokok akan terhapus dan yang tersisa adalah para Big Tobacco yang menjalankan industri ini," timpal Chris Voudris, pemilik empat toko eceran dengan nama Vapor Haus dari Ohio, pada Senin, (8/8/16) atau saat mulai berlakunya aturan FDA. Big Tobacco adalah sebutan pada para pemilik industri besar rokok tradisional.

 

"FDA tidak langsung saja memutuskan apa yang harus kami lakukan, apa yang bisa kami jual dan kami bawa ke pasar," kata Jordan Beresko, pemilik dan presiden dari The Big Vape Theory dari Greenville, South Carolina.

 

Menurutnya, aturan baru itu sungguh membingungkan, bahkan setelah membaca ebih 100 halaman aturan itu, membuat dia lebih banyak mendapat pertanyaan dari pada memahami.

Sistem rokok elektronik (Dok Redding.com)
Sistem rokok elektrik (Dok Redding.com)

-------------------------------------------------------------------------

Ini alasan Anak Anak Menghisap Rokok Elektronik

ROKOK ELEKTRIK SEHAT? 

MALAYSIA HARAMKAN ROKOK ELEKTRIK 

SUKABUMI AWASI PEREDARAN ROKOK ELEKTRIK

-------------------------------------------------------------------------- 

Menurut Jacob Sullum seperti ditulis Reason.com, aturan baru ini sebenarnya gerakan lambat untuk melarang produk vaping (e-rokok). Proses aplikasi FDA harus membayar US$ 1 juta (sekitar Rp 13 miliar) dan aplikasi terpisah dibutuhkan untuk setiap produk baru. "Para pebisnis kecil tidak akan mampu untuk mengikuti proses aplikasi FDA dan akan tertedang dari bisnis," kata Sullum.

 

Menurut Asosiasi Perdagangan Alternatif Bebas Asap, kelompok industri e-rokok, menyatakan bahwa aturan baru ini akan menghapus 99 persen produk vaping dari pasar, dan toko rokok elektronik juga sungguh mengkhawatirkan kondisinya.   

  

Aturan yang ditetapkan untuk e-rokok ini sama dengan aturan pada industri rokok tradisional. Karena asumsi yang digunakan adalah mereka yang menghisap e-rokok pada akhirnya akan menggunakan atau berdampak seperti perokok tradisional.

 

Hal ini diungkapkan oleh Sylvia Burwell, dari kementrian kesehatan, saat peraturan baru itu diumumkan pada April 2016 lalu. Menurut Burwell, meningkatnya penggunaan e-rokok dalam sepuluh tahun terakhir telah meningkatkan resiko kesehatan masyarakat. 

 

Rasio ini pula yang diungkap Mitch Zeller, direktur FDA untuk Produk Tembakau. 

 

"Ketika terjadi penurunan berarti penghisap rokok tradisional di kalangan anak muda dalam sepuluh tahun terakhir, ternyata penggunaan produk tembakau lain terus meningkat. Ini menempatkan generasi baru anak anak yang terkena resiko kecanduan," tulis Zeller dalam blog-nya saat peluncuran aturan baru tersebut.


Editor: Dani Hamdani 

 

Dani Hamdani
11-08-2016 15:26