Main Menu

Pukulan Susulan Untuk Kampanye Trump

Rosyid
04-10-2016 16:06

Donald Trump (AFP/Paul Richards/HR02)

New York, GATRANews - Yayasan Trump dilarang menggalang dana untuk kandidat presiden Donald Trump. Ini menjadi pukulan susulan terhadap kampanye kandidat Partai Republik itu usai tudingan tidak membayar pajak hampir 2 dekade.


kantor Jaksa Agung  mengatakan yayasan Donald Trump melanggar aturan yang mengharuskan setiap organisasi amal  yang meminta sumbangan dari orang lain untuk mendaftarkan di kantor Biro Amal.  "Jika tidak secepatnya menghentikan pengumpulan dana, yayasan itu bisa dianggap melakukan penipuan terhadap warga Newy York," demikian isi surat itu yang diposting Senin (3/10/16).

Menurut laporan Washington Post yang dikutip Reuters, Selasa (4/10/16), dana yang dikumpulkan yayasan amal itu dipakai juga untuk membiayai sengketa hukum yang terkait bisnis pribadi Trump.

Pihak Trump menuding penyelidikan yang dilakukan Jaksa Agung Eric Schneiderman bermotifikan politik karena Eric Schneiderman adalah pendukung Partai Demokrat.

"Meskipun kami sangat prihatin dengan motif politik dibalik penyelidikan Jaksa Agung Schneiderman ini, Yayasan Trump tetap akan bekerjasama  sepenuhnya dengan penyelidik," kata jurubicara Trump, Hope Hicks. "Karena kasus hukum ini sedang berjalan, Yayasan Trump tidak akan berkomentar lebih jauh," tambahnya.


Pengawasan ketat terhadap Yayasan Trump  menyusul buruknya penampilan sang kandidat dalam debat pertama dan dugaan mengemplang pajak selama 18 tahun.  Yayasan ini didirikan tahun 1988. Yayasan ini tidak memiliki program yang dijalankan sendiri.  Mereka memilih mendonasikan uang untuk LSM lain. Ketika lembaga ini mulai mengumpulkan uang dari pendonor lain selain keluarga Trump,  berdasarkan aturan hukum di New York mereka diharuskan untuk mendaftarkan diri.  

Sementara  Yayasan Clinton mengelola dana hingga USD 354 juta dengan hampir 500 staf.  Mereka memiliki program-progam seperti menekan biaya belanja obat bagi penderita HIV/AIDS, menekan obesitas anak,  dan mengurangi emisi gas rumah kaca serta aktifitas sosial lain. Yayasan ini juga dipuji karena transparansinya. Karena itulah, serangan Trump terhadap Yayasan Clinton ini tidak mendapat respon dari masyarakat Amerika Serikat.



Editor:Rosyid

Rosyid
04-10-2016 16:06