Main Menu

Trump Berubah Pikiran Soal Perubahan Iklim

Sandika Prihatnala
23-11-2016 14:20

Donald Trump (AFP/Paul Richards/HR02)

Amerika Serikat, GatraNews -  Sewaktu Kampanye, Donald Trump pernah berujar kalau ia tak pernah percaya akan adanya perubahan iklim. Bahkan, ia menudin isu perubahan iklim hanyalah bualan yang dilontarkan Tiongkok.

 

 

Trump tak sendirian memang. Ada beberapa pemimpin negara punya pandangan serupa. Tony Abbott, Perdana Menteri Australia misalnya. Saat berkampanye pada 2013 lalu, Abbot menjanjikan penghapusan pajak karbon dan ia tepati janji itu saat terpilih. Tokoh lainnya, Presiden Republik Ceko Vaclav Klaus. Menurutnya, tak ada konsensus ilmiah tentang penyebab perubahan iklim. T

Di Asia, Filipina menjadi negara yang menolak kesepakatan tentang pengurangan emisi karbon demi mengurangi pemanasan global. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyebut industri di Filipina masih bergantung pada energi batu bara dan bahan bakar fosil lainnya. Ia belum bisa bergantung pada skema sumber energi terbarukan dan energi bersih.

Nah, setelah memenangkan pemilu Amerika Serikat, aktivis perubahan iklim pun mengkuatirkan pandangan Trump akan berubah menjadi kenyataan. Pasalnya, saat ia terpilih sedang ada hajatan Konferensi Perubahan Iklim (COP22) di Maroko. Isu Amerika Serikat akan menarik diri dari Perjanjian Paris pun merebak.

Namun belakangan, Trump sepertinya mengisyaratkan bahwa penolakannya soal perubahan iklim hanya sebatas kampanye. Kini ia mengaku lebih terbuka dalam mendukung kesepakatan global menangani dampak perubahan iklim serta upaya mengurangi efek gas rumah kaca. Hal ini ia sampaikan saat wawancara khusus dengan New York Times, dan juga membahas banyak hal.

“Saya sangat mencermati masalah ini. Saya membuka diri untuk masalah ini,” katanya kepada para eksekutif dan wartawan New York Times, pada Selasa lalu sembari makan siang.



Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
23-11-2016 14:20