Main Menu

Trump Gusar Dengan Hitung Ulang Hasil Pemilu

Rosyid
28-11-2016 12:38

Donald Trump (AFP/Mandel Ngan/HR02)




- Presiden terpilih Donald Trump tampaknya gusar dengan rencana penghitungan kembali hasil pemilu di tiga negara bagian. Apalagi kubu Clinton menunjukkan dukungan pada rencana itu.



"Pemilu sudah selesai, kita harus menerima hasilnya dan selanjutnya melihat ke masa depan," katanya. Pernytaan Sabtu (26/11) kemarin itu adalah respon pertama Trump terkait menguatkan desakan untuk hitung ulang di negara bagian Wisconsin, Michigan dan Pennsylvania. "Ini penipuan," tukasnya.

Wisconsin secara resmi mengumumkan  untuk hitung ulang. Ini kejadian pertama dalam sejarah negara bagian itu. Hitung ulang ini banyak didorong oleh Jill Stein, kandidat dari Partai Hijau. Upaya stein ini banyak mendapat dukungan.  Stein yang mendapat 1 persen suara dalam pemilu, berhasil mengumpulan jutaan dolar untuk upaya hitung ulang.

Marc Ellias, dari kubu Clinton mengakui tidak punya bukti-bukti adanya peretasan atau upaya-upaya curang lainnya. Pihaknya juga tidak merencanakan untuk mengambil opsi hitung ulang. "Namun karena hitung ulang akan dimulai di Wisconsin, kami berminat berpartisipasi dalam rangka memastikan seluruh proses dilakukan dengan adil untuk semua pihak," katanya. Kubu Clinton akan melakukan pendekatan serupa di Michigan dan Pennsylvania jika Jill Stein akan mendorong kedua negara bagian itu melakukan hitung ulang. Meskipun sangat tidak mungkin untuk mengubah hasil pemilu.

Clinton  unggul dalam popular vote dengan selisih 2 juta suara dibandingkan Trump. Namun kalah dalam electoral vote yaitu 232 vs 290. Electoral Vote yang menentukan, dimana kandidat harus memenangkan 270 electoral vote agar bisa terpiliha menjadi presiden.



Editor: Rosyid

Rosyid
28-11-2016 12:38