Main Menu

Peretasan Pemilu AS: Gedung Putih Tuding Putin Terlibat

Rosyid
16-12-2016 12:48

Washington, GATRANews - Gedung Putih semakin sengit menyerang Russia terkait dugaan peretasan pemilu Presiden Amerika Serikat 8 November lalu.  Pemerintahan Obama bahkan menuding Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat langsung dalam aktifitas itu. Tudingan yang makin memperuncing hubungan kedua negara yang memiliki kekuatan nuklir itu.


Tuduhan yang dilayangkan Gedung Putih secara publik kepada Putin ini membuat pemerintahan petahana AS berada di bawah tekanan yang lebih besar untuk segera menanggapi kemungkinan campur tangan Moskow ini secara lebih tegas lagi.

"Sepertinya tidak mungkin hal seperti ini dapat terjadi pada pemerintah Rusia tanpa sepengetahuan Vladimir Putin," ungkap penasihat utama Obama, Ben Rhodes Jumat (16/12) seperti dikutip CNN.

Presiden Barack Obama dijadwalkan akan meluncurkan pernyataan pers resmi soal peretasan Rusia sebelum berangkat ke Hawaii untuk berlibur.

Tudingan Gedung Putih membuat Trump berang. "Jika Rusia atau entitas lainnya benar-benar telah melakukan peretasan, mengapa Gedung Putih menunggu begitu lama untuk bertindak? Mengapa mereka hanya mengeluh setelah Hillary Clinton kalah?" tutur Trump melalui akun Twitter miliknya.

Pendirian Trump yang terus menampik tudingan adanya campur tangan Rusia dalam pemilu AS kemarin bertolak belakang dengan kesimpulan sejumlah badan intelijen AS seperti Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan Biro Investigasi Federal (FBI). Komunitas intelijen termasuk CIA baru-baru ini semakin yakin bahwa campur tangan Negara Beruang Merah itu dimaksudkan untuk memenangkan Trump dalam pemilu presiden.

Sebelumnya Presiden Barack Obama sudah menyebutkan bahwa campur tangan Rusia dalam pemilu AS kemarin bukan rahasia lagi.

"Kami telah menetapkan dan mengumumkan pada Oktober bahwa seluruh badan intelijen dan badan hukum di AS telah menyimpulkan bahwa sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan intelijen Rusia bertanggung jawab atas peretasan sejumlah materi internal Partai Demokrat yang bocor," kata Obama pada awal pekan ini.

Mantan Direktur CIA Michael Hayden menyebut Trump "satu-satunya pejabat AS yang belum mengakui Rusia telah melakukan kampanye terselubung besar-besaran melawan AS."

"Dalam beberapa kejadian, pernyataan Trump dapat dikatakan sama dengan apa yang Putin nyatakan," kata Hayden.

Dalam Kongres AS, sejumlah legislator senior bahkan menuntut penyelidikan luas dan penjelasan menyeluruh dari hasil investigasi CIA dan FBI. Sementara itu, Moskow terus membantah seluruh tudingan keterlibatan Putin dalam pemilu AS. "Tudingan ini omong kosong yang konyol dan tidak memiliki dasar apapun," tutur juru bicara Putin, Dmitry Peskov kepada wartawan.



Editor: Rosyid

Rosyid
16-12-2016 12:48