Main Menu

Kronologis Penembakan Bandara Lauderdale Florida

Rosyid
07-01-2017 08:08

Miami, GATRANews - Mantan prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) menembaki para penumpang yang sedang mengambil bagasi di Terminal 2 Bandara Fort Lauderdale-Hollywood International Airpot, Florida. Lima orang tewas dan delapan lainnya terluka, Jumat (6/1) sekitar jam 13.00 waktu setempat (Sabtu dinihari WIB).


Penembakan massal di awal  tahun ini di AS membuat bandara sibuk itu menjadi kacau balau. Orang-orang berlarian ke landasan pacu sementara aparat bersenjata lengkap menyerbu masuk terminal.

Los Angeles Times mengutip dari sumbernya seorang petugas keamanan yang terlibat dalam penyergapan di bandara menceritakan kronologisnya. 

Tersangka turun dari pesawat, dan mengambil bagasinya dia menuju toilet. Disana mengambil senjatanya. Aturan Transportation Security Administration (TSA) mengijinkan senjata tanpa peluru dibawa terbang asal dikemas dalam wadah khusus dan dideklarasikan kepada petugas.

Keluar dari kamar mandi, pria ini mulai menembaki orang-orang.  Menurut saksi Mark Lea, 53, dia mendengar suara tembakan di ruang pengambilan bagasi. "Semula saya pikiri suara kembangapi," katanya pada NBC News. "Orang-orang mulai teriak dan lari. Penembak berjalan di sepanjang ruang pengambilan bagasi. Dia sepertinya menggunakan senjata pistol 9 mm dan menghabiskan seluruh pelurunya," tuturnya.

Saat melakukan aksinya, penembak diam tidak berkata apa-apa atau berteriak. Saksi mata menceritakan, penembak mengarahkan langsung senjatanya pada korban-korbannya.  Dia baru berhenti saat pelurunya habis.

Menurut Lea, dalam hitungan menit polisi tiba di TKP dan langsung menangkap tersangka yang kehabisan peluru. Dia menyerah tanpa perlawanan. Polisi tidak melepaskan satu tembakanpun

Setelah tersangka diamankan, penumpang yang selamat berusaha menolong korban. Laman ABC menyebutkan, video ponsel yang beredar di media sosial memperlihatkan korban bergelimpangan di sisi kereta barang. Sedikitnya dua orang telihat mengalami luka di kepala. Orang-orang yang selamat berusaha memberi pertolongan pada korban.

Broward County Sheriff Scott Israel menjelaskan penembakan sebatas di terminal dua, tidak di terminal lain. Meskipun satu jam setelah penembakan itu sempat muncul kepanikan baru diterminal lain, namun setelah diperiksa polisi, tidak ada apa-apa. Polisi terus melakukan penyisiran dan bandara sempat ditutup.

Los Angeles Times mengutip senator Bill Nelson (Florida Democrat) mengatakan si penembak diidentifikasi sebagai Esteban Santiago, 26, dan dia membawa indentitas sebagai anggota militer. Veteran Perang Iraq ini diberhentikan dengan hormat dari Army National Guard tahun lalu.

Ford Lauderdale terletak 40 km di utara Miami. Bandara ramai ini melayani lebih dari 70.000 penumpang setiap hari.  Saat penembakan terjadi, penerbangan ke bandara itu ditunda, meskipun pesawat yang siap mendarat diijinkan mendarat, namun penumpangnya tetap ditahan dalam pesawat.

Penembakan massal terburuk dalam sejarah AS terjadi pada Juni 2016, ketika seorang pria bersenjata membunuh 53 orang dan melukai 49 lainnya di sebuah klab malam kaum homoseksual di Orlando, Florida.



Editor: Rosyid

Rosyid
07-01-2017 08:08