Main Menu

Jelang Pelantikan Trump, Perang Dagang China-AS Makin Mengkhawatirkan

Rosyid
19-01-2017 13:34

Perang kata-kata China-Amerika Serikat semakin menjadi-jadi menjelang pelantikan Donald Trump menjadi presiden. Inagurasi direncanakan Jumat 20 Januari besok. Situasi ini dikhawatirkan akan merubah perang kata-kata menjadi perang dagang terbuka.

Trump sudah lama secara terbuka mengkritik praktek dagang China dan mengancam akan mengenakan tarif yang besar bagi barang-barang impor China. Wilbur Ross, miliuner investor yang ditunjuk menjadi menteri perdagangan di kabinet Trump juga mengkritik tajam China dan mengatakan akan mencari cara untuk memerangi China.

Surat kabar pro pemerintah Global Times lewat editorialnya membalas retorika tim Trump dengan pilihan diksi yang keras. "Tim Trump yang arogan memandang remeh kemampuan China untuk memukul balik. China adalah pembeli terbesar katun, gandum dan kacang-kacangan Amerika. Juga pesawat-pesawat Boeing," demikian tulisan editorial berbahasa Inggris dan China seperti dikutip Reuters.  China merencanakan membeli 6800 unit pesawat jet Boeing senilai US$ 1 triliun dalam 20 tahun ke depan. 

Editorial senada sudah disampaikan media ini sejak beberapa waktu lalu. Meskipun dijalankan oleh People Daily, corong resmi Partai Komunis China, editorial Global Times tidak mewakili sikap pemerintah.

Nada bicara pemerintah China lebih lunak seperti disampaikan jurubicara Menteri Perdagangan China, Sun Jiwen. Dia menegaskan pemerintahnya akan bekerjasama dengan pemerintahan baru Amerika Serikat untuk mendorong kerjasama perdagangan yang sehat.  "Saya yakin China dan Amerika Serikat dapat menyelesaikan semua perselesihan lewat dialog dan negoisasi," katanya. "Kedua belah pihak akan mendapat manfaat lewat kerjasama dan sama-sama rugi jika konflik," tambahnya.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
19-01-2017 13:34