Main Menu

Gembong narkoba El Chapo Jadi 'Hadiah' Mexico untuk Amerika Serikat

Rosyid
20-01-2017 11:09

New York, GATRAnews - Gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman diekstradisi ke New York sehari sebelum pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (19/1). Keputusan itu diambil setelah pengadilan menolak gugatan hukum pengacara gembong narkoba itu agar tidak diekstradisi.

Para pejabat Meksiko mengatakan penyerahan gembong narkoba itu merupakan hadiah terakhir bagi Presiden AS Barack Obama sekaligus tawaran rekonsiliasi kepada Trump, yang sering menghina Meksiko dan mengancam membatalkan perjanjian perdagangan NAFTA.

Guzman menghadapi enam dakwaan terpisah di seluruh Amerika Serikat. Dia menghadapi tuduhan pencucian uang, perdagangan narkoba, penculikan dan pembunuhan di beberapa kota seperti Chicago, Miami dan New York.Satu foto yang ditampilkan televisi Meksiko menunjukkan Guzman dibawa oleh aparat berpakaian gelap.

Gembong narkoba itu selanjutnya akan ditahan di New York, mungkin di Metropolitan Detention Center di Brooklyn yang penjagaannya ketat menurut Mike Vigil, bekas kepala operasi internasional DEA, badan anti-narkoba Amerika Serikat. Dia dibawa ke New York pukul 15.15 waktu setempat menggunakan pesawat.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat berterima kasih kepada Meksiko untuk "kerja sama ekstensif dan dukungan dalam mengamankan ekstradisi Guzman Loera ke Amerika Serikat".

Seorang pejabat Meksiko mengatakan tindakan itu merupakan pengakuan atas upaya bersama Obama dengan Meksiko dalam menangani Guzman, tapi juga merupakan tanda iktikad baik bagi Trump lewat pengiriman informasi berharga mengenai kriminal dalam dunia kejahatan ke Amerika Serikat.

Meksiko mengharapkan perundingan untuk membatasi dampak ekonomi dari kebijakan proteksionis Trump, dan mengirim menteri luar negerinya untuk bertemu pembantu Trump pekan depan.

"Demi keuntungan bersama mereka memilih melakukannya sekarang, dan tidak membiarkannya terbuka pada masa mendatang, karena mereka sungguh tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok," kata Eduardo Guerrero, direktur Lantia Consultores kepada Reuters yang dilansir Antara, Jumat (20/1).


Juan Pablo Badillo, pengacara penyelundup itu, mengatakan dia terkejut mengenai ekstradisi itu dan mengatakan empat banding diajukan untuk menolak ekstradisi Guzman.

"Pemindahan ini tidak sesuai dengan hukum," kata Badillo. Pengacara lain dari gembong narkoba itu, Jose Refugio Rodriguez, mengatakan dia menunggu di penjara Ciudad Juarez untuk mengunjungi kliennya ketika mengetahui putusan tersebut.

Guzman (59) merupakan salah satu gembong narkoba paling dicari di dunia sampai dia ditangkap setahun lalu. Enam bulan sebelumnya dia menerobos penjara berpenjagaan ketat di pusat Meksiko melalui terowongan satu mil dalam upaya pelarian keduanya dari penjara.

Ia memulai karir dengan pertanian opium dan ganja di negara bagian Sinaloa yang kemudian berkembang menjadi organisasi penyelundupan kokain, heroin dan methamphetamine yang bisa jadi merupakan yang terbesar di dunia.

Guzman hampir punya status sebagai penjahat legendaris, ambisinya untuk mengendalikan lebih banyak rute perdagangan narkoba menjadi kunci dinamis dalam perang narkoba selama satu dekade yang menewaskan lebih dari 100.000 orang di Meksiko dan organisasinya hampir selalu menang.


Terlepas dari apakah tindakan itu merupakan hadiah bagi Obama, Trump atau keduanya, banyak warga negara itu yang lega dia akan ditempatkan di sistem penjara yang lebih besar di Amerika Serikat.




Editor: Rosyid

Rosyid
20-01-2017 11:09