Main Menu

Wapres JK Yakin Trump Tak Akan Gegabah Menerapkan Proteksionisme

Anthony Djafar
20-01-2017 15:00

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin Donald Trump, presiden terpilih Amerika yang akan dilantik beberapa jam lagi,   tidak akan sepenuhnya menjalankan sikap proteksionis sebagaimana dalam kampanye-kampenye sebelumnya. Karena bagaimanapun Amerika adalah penganut ekonomi liberal.

 

“Memang kalau dilihat kampanyenya sangat proteksionis, sangat nasionalistis, menjaga kepentingan Amerika. Ya, semua presiden harus begitu, tetapi Amerika yang penganut ekonomi liberal, saya yakin apa dikampanyekan itu tidak akan mudah diterapkan sendiri di Amerika secara seratus persen,” katanya ketika menggelar jumpa pers di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (20/1).

 

Menurut Wapres JK, Presiden Trump akan berbenturan dengan rakyat dan pengusaha yang ada di Amerika jika benar-benar menjalankan apa yang dikampanyekannya selama ini. “Contohnya, dia akan mengenakan bea masuk 45 persen untuk barang-barang Cina. Tentu itu akan sulit karena yang pertama akan protes adalah warga Amerika Sendiri,” katanya.

 

Kenapa? Karena harga-harga akan naik dan daya beli akan turun, kata Jusuf Kalla. “kalau kita masuk ke toko-koto atau Walmart di Amerika, hampir 90 persen makanan, baju sepatu, atau apapun jenisnya itu semuanya barang produk Cina. Kalau itu mau dipajaki 40 persen, maka orang akan membeli dengan harga yang lebih mahal dan itu menyebabkan daya beli akan menurun. Tidak mudah itu,” kata Jusuf Kalla.

 

Begitupula mengenai pemberlakuan Trans-Pacific Partnership (TPP). Kendati Indonesia tidak begitu mempersoalkan apakah Presiden Trump akan memberlakukan ataupun tidak, namun secara ekonomi Indonesia sedikit banyaknya dapat terpengaruh. “Soal TPP, tidak ada soal karena (kita) tidak termasuk,” katanya.

 

Nah, kata Jusuf Kalla, kalaupun misalnya Presiden Trump akan melaksanakan yang dikampanyekan itu, maka Indonesia tidak akan berdampak secara langsung, namun efeknya bisa berimbas secara tidak langsung.

 

“Kalau diterapkan, maka Cina akan kena dulu dan kalau Cina kena, maka ekspor akan menurun dan impor bahan bakunya dari Indonesia juga akan menurun dan harga-harga komiditi jadi menurun dan pedagangan susah. Itu berakibat hampir semua dunia akan bisa kena,” katanya.

 

Nah, dengan pertimbangan Presiden Trump yang juga sebagai pengusaha, JK meyakini Presiden Trump tidak akan gegabah menerapkan sikap proteksionisnya itu.

 

“Saya kita Trump sebagai pengusaha tentu mengerti hal itu sehingga tidak mudah menjalankan sikap proteksionisme yang keras. Bahwa dia akan menjaga industri tertentu di negara seperti mobil, ya mungkin. Kita tunggu saja setelah pelantikan,” kata Wapres.


Reporter: Anthony Djafar

Editor: Dani Hamdani 

Anthony Djafar
20-01-2017 15:00