Main Menu

Ironi Pidato Trump dan Topi Buatan China 

Dani Hamdani
21-01-2017 09:58

Washington, GATRANews - Salah satu sambutan termeriah yang diberikan para pendukungnya saat pidato pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat siang (20/1/17) atau Sabtu tengah malam waktu Jakarta, adalah ketika dia menyerukan "beli produk Amerika dan pekerjakan orang Amerika".

 

Persis seperti masa kampanye slogan "Make America Great Again" (Membuat AS kembali hebat) dikumandangkan Trump dengan heroik dan menebar kekhawatiran seluruh dunia, teruma China. 

 

Trump menekankan bahwa kebijakan ekonomi AS yang baru akan mengikuti dua aturan utama, yaitu membeli produk-produk dalam negeri AS (Buy American) dan mempekerjakan warga Amerika (Hire American).


"Kita akan membuat warga Amerika kembali bekerja dan membangun negara ini dengan tangan warga Amerika. Beli produk Amerika dan pekerjakan orang Amerika," kata Trump.


Namun, wartawan kantor berita Reuters, mencatat momen itu penuh dengan ironi. Mengapa? Karena banyak pendukung Trump mendengarkan pidato Trump itu sembari mengenakan topi baseball bertuliskan "Make America Great Again" buatan China, Vietnam dan Bangladesh.

Beberapa mereka di antaranya kaget begitu mengetahui topi Trump yang mereka kenakan ternyata bukan buatan negeri sendiri.

 
Rob Walker (44) yang berkendara ke Washington dari Georgia bersama istrinya Abby (36) sempat singgah di tempat peristirahatan truk demi membeli topi bertuliskan "Make America Great Again" itu.
 
"Oh Tuhan, semoga ini bukan buatan China," kata Abby, lalu membalik topi itu untuk memastikan dugaannya salah. Dia kemudian melihat label pada topi. "(Ternyata buatan) China! Jangan bilang siapa-siapa ya!"

Topi Trump ini bisa dibeli lewat laman kampanye resmi Trump yang dibuat di Amerika Serikat dan seharga 25 sampai 30 dolar AS, begitu bunyi tulisan pada label topi yang diperiksa Abby itu.

Uniknya lagi topi-topi yang dijual di laman resmi kampanye Trump itu ternyata lebih mahal ketimbang harga topi senilai 20 dolar AS yang dijual di jalan-jalan di Washington, Jumat waktu AS itu.

Joshua Rojas (25) dan Alyssa Young (28) datang dari tempat jauh di Texas untuk menyaksikan pelantikan di Washington. Young mengenakan topi warna pink bertuliskan "Make America Great Again".

"Saya langsung suka begitu saya pertama melihatnya. Saya membelinya di luar sana dari seorang penjual seharga 20 dolar AS," kata dia.

Apakah itu buatan Amerika? Young menjawab, "Saya enggak tahu di mana sebenarnya topi ini dibuat. Saya periksa ya."

Dia kemudian mencopot topinya dan memeriksa label pada topi itu. "Oh tidak," dia teriak. "Buatan Vietnam!," ujarnya seperti dilaporkan Antara.
 
Austin Araco (22) dari Arkansas datang untuk pertama kalinya menghadiri pelantikan Presiden dan dia juga mengenakan topi Trump.
 
"Saya beli topi ini pada hari dia memenangkan Pemilu," kata Araco. "Pastinya dari laman resmi dia. Saya ingin memastikan saya menyumbang dia. Saya enggak mau beli barang tiruan. Saya membeli topi itu pada harga 30 dolar AS, sudah termasuk biaya pengiriman."

Victoria Scott (13) dan adiknya Andrew Scott (12) masing-masing membeli topi "Make America Great Again" sebelum pelantikan. Topi yang dibeli Victoria harganya 25 dolar AS dan itu buatan China. Dia sepertinya tidak peduli.

Tetapi Andrew tertarik untuk memeriksa topinya. "Banglakesh?", kata dia keheranan setelah meriksa label pada topinya. Ayah mereka meluruskan ucapan anaknya itu. "Bangladesh kali."

Robert Morrison dari Queens, New York, mengenakan topi "Make America Great Again" yang dia beli dari jalanan seharga 20 dolar AS dan dia juga mengenakan kostum klub baseball New York Yankees. Tebak buatan mana topi dan kostum itu? China!

Pada pidatonya, Trump menghentak publik dengan pesan proteksionisnya yang garang.

"Mulai dari sekarang, jadikan Amerika Yang Pertama," kata dia. "Kita akan mengikuti dua aturan sederhana ini, Buy American and hire American (Beli buatan Amerika dan pekerjakan orang Amerika)."
 
Namun seperti ironi di perayaanya, Trump akan menghadapi kenyataan tidak mudah, bahwa produk buatan Amerika akan lebih mahal tak kurang 20% dari buatan China.

Editor: Dani Hamdani 

 

Dani Hamdani
21-01-2017 09:58