Main Menu

AS Keluar dari TPP

Rosyid
24-01-2017 07:34

Washington, GATRAnews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bergerak cepat mewujudkan janji kampanyenya. Setelah melumpuhkan Obamacare, dia secara resmi menarik Amerika Serikat dari Trans-Pacific Partnership Senin selasa dini hari WIB. Ironisnya, penarikan diri ini justru terjadi saat pengaruh China tengah meningkat di kawasan Asia Pasifik

Trump menandatangani keputusan presiden atau executive order di Ruang Oval. Pakta perdagangan yang dibentuk pada 2015 itu beranggotakan 12 negara. Dengan keluar dari pakta itu, Trump berharap bisa menggairahkan lagi sektor manufaktur AS

"Kita akan menghentikan kesepakatan dagang yang menggelikan yang membuat semua orang di negeri ini lari ke luar negeri dan membawa perusahaan-perusahaan ke luar dari negeri kita," kata Trump dalam pertemuan dengan para pemimpin serikat pekerja di Ruang Roosevelt, Gedung Putih seperti dilaporkan Antara, Selasa (24/1).

Sebagai gantinya Trump akan membangun kesepakatan dagang bilateral dengan negara-negara di dunia yang dengan pola begini AS dapat menghancurkan setiap kesepakatan dagang dalam waktu 30 hari jika negara calon mitra dagang AS melanggar kesepakatan.

Sikapnya menyangkut perdagangan global mencerminkan perasaan umum rakyat Amerika bahwa kesepakatan dagang internasional lebih banyak merugikan pasar lapangan kerja AS. Partai Republik telah lama memandang bahwa pakta dagang itu memang keharusana, tapi pandangan itu kemudian berubah.

Pakta TPP yang dibeking kuat oleh para pengusaha AS telah dinegosiasikan oleh pemerintahan Presiden Barack Obama namun belum diratifikasi Kongres. Pakta ini menjadi pilar ekonomi utama pemerintahan Obama di kawasan Asia Pasifik demi menghalau pengaruh China.

Trump sudah membuat khawatir Jepang dan negara-negara di Asia Pasifik karena dia menentang TPP. Trump juga menuntut sekutu-sekutu AS membayar lebih untuk perlindungan keamanan yang diberikan AS kepada sekutu-sekutunya itu.

 


 

Editor: Rosyid

Rosyid
24-01-2017 07:34