Main Menu

AS Ubah Strategi di Laut China Selatan

Rosyid
24-01-2017 09:29

Washington, GATRAnews - Pemerintahan baru Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump bersumpah bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan China mengambil pulau-pulau yang berada di perairan internasional di Laut China Selatan.

Pernyataan Trump ini dianggap media massa China sebagai pernyataan perang.

Pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer, Senin waktu setempat itu mengisyaratkan bahwa AS akan meninggalkan kebijakan yang hati-hati menyangkut klaim-klaim kewilayahan China di Asia, hanya beberapa hari setelah presiden baru dilantik.

"Amerika Serikat akan memastikan bahwa kami melindungi kepentingan kami di sana," kata Spicer ketika ditanya media massa apakah dia setuju dengan pernyataan calon menteri luar negeri Rex Tillerson bahwa China jangan dibiarkan memiliki akses ke kepulauan yang disengketakan banyak negara di Laut China Selatan.

"Jika pulau-pulau itu berada di perairan internasiomal dan seharusnya bukan bagian China, maka ya, kita akan memastikan bahwa kita mempertahankan perairan internasional dari akan diambil alih oleh sebuah negara," kata Spicer kepada Reuters seperti yang dikutip Antara, Selasa (24/1).

Pernyataan Tillerson kepada Senat 11 Januari lalu itu telah membuat marah media massa China yang  menyebut pandangan calon menteri luar negeri itu sebagai pernyataan perang.

Saat ditanya Senat apakah dia akan mengambil kebijakan yang lebih agresif kepada China, Tillerson berkata, "Kita akan mengirimkan sinyal jelas kepada China bahwa, pertama hentikan pembangunan pulau (buatan), dan kedua akses kalian ke pulau itu tidak akan diberikan."




Editor: Rosyid

Rosyid
24-01-2017 09:29