Main Menu

Beberapa Jam Sebelum Lengser, Obama Bantu Palestina Triliunan Rupiah

Rosyid
24-01-2017 11:14

Washington, GATRAnews - Masa-masa injury time dipakai Pemerintahan Barack Obama untuk meloloskan bantuan kepada Otoritas Palestina sebesar US$221 juta (Rp 2,9 triliun). Alokasi ini sebenarnya sudah dianggarkan namun masih tertunda karena penolakan dari beberapa anggota Congress.

Sumber-sumber Associated Press yang terdiri dari pejabat Kementrian Luar Negeri AS dan beberapa orang staf anggota Kongres menceritakan, pemerintahan Obama secara resmi mengirim pemberitahuan kepada Congress untuk meloloskan bantuan itu Jumat pagi. Mantan Menlu John Kerry menginformasikan kepada beberapa anggota parlemen sesaat sebelum meninggalkan kantor untuk terakhir kalinya, Kamis petang. Menurut staff kongress, surat pemberitahuan tertanggal 20 Januari, hanya beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik.

Bantuan untuk Otoritas Palestina itu dimasukkan dalam tahun Anggaran 2015 - 2016 dan disetujui COngress. Namun ada dua Sentor dari parti Repbulik yaitu Ed Royce - California dan Kya Granger- Texas yang keberatan dengan rencana. Alasannya Otoritas Palestina mencoba mencari keanggotaan di organisasi internasional. Keberahan semacam ini biasanya dihormati oleh pemerintah namun hal itu tidak mengikat secara legal.

Pemerintahan Obama sudah cukup lama meminta Congress agar meloloskan bantuan itu yang berasal dari pos anggaran US Agency for International Development (USAID). Menurut notifikasi yang disertakan pemerintah Obama ke Congress, dana itu digunakan untuk bantuan kemanusiaan  di Tepi Barat dan Gaza untuk menudukung reformasi politik dan keamanan juga menyiapkan pemerintahan dan aturan hukum di negara Palestina masa depan.

Bantuan untuk Palestina ini diduga bisa memicu kemarahan beberapa orang anggota Congress juga Gedung Putih. Trump telah bersumpah untuk mendukung Israel dan telah mengundang PM Israel Benjamin Netanyahu ke Washington bulan depan.  Dia juga berjanji memindahkan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, meskipun jurubicara Sean Spicer mengatakan keputusan itu belum dibuat.

Diujung pemerintahan Obama, hubunganya dengan Israel memanas. Puncaknya adalah sikap AS yang memutuskan Abstain saat DK PBB membuat resolusi yang mengecam Israel mencaplok tanah warga Palestina.




Editor: Rosyid



Rosyid
24-01-2017 11:14