Main Menu

Soal Tembok Trump, Meksiko Berang

Rosyid
27-01-2017 10:10

Meksiko, GATRANews - Mexico membatalkan rencana pertemuan Presiden Peta Nieta dengan Presiden Donald Trump yang seharusnya diadakan pekan depan gara-gara isu tembok pembatas dua negara. Penolakan Meksiko itu setelah Trump mengatakan "lebih baik batal"  jika Meksiko  tidak mau membayar tagihan tembok perbatasan. 

"Pagi ini kami memberitahu Gedung Putih bahwa saya tidak akan menghadiri pertemuan dengan POTUS (sebutan untuk Presiden Amerika Serikat)yang diagendakan Selasa pekan depan," kata Peta Nieto lewat tweeter Kamis waktu setempat, atau Jumat (27/1) dinihari waktu Indonesia Barat. "Meksiko siap bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan."

Soal siapa yang harus membayar ini sudah memicu debat panjang dan sengit. Trump ingin ada barang-barang asal Meksiko pajaknya ditambah 20 persen yang nantinya akan dipakai membangun tembok di perbatasan selatan.

Niat Trump untuk membangun tembok itu ditentang negara-negara Amerika Selatan. Manuel Suarez-Mier, kolumnis untuk surat kabar Excelsior Mexico bercerita kepada Al Jazeera dari Washington. "Ultimatun Trump sangat mengejutkan pemerintah Meksiko.  Menteri Luar negeri dan Menter Perdagangan sedang berada di Washington pada hari Rabu dan Kamis untuk menentukan rincian pertemuan kedua Presiden Selasa mendatang, Tiba-tiba Trump keluar dan mengumumkan bahwa dinding akan dibangun dan Meksiko harus membayarnya," kata Suarez.

Menurutnya, tembok semacam itu sama sekali tidak diperlukan.  "Sepertiga perbatasan sudah dipagari, sepertiga lainnya memiliki sungai pemisah yang sulit disebrangi, sepertiga lainnya terdiri gunung dan gurun yang sulit dilewati," kata Suarez-Mier.

Meksiko sudah berkali-kali mengatakan tidak akan membayar biaya pembangunan dinding pemisah. Presiden Meksiko kini sedang menunggu laporan dari delegasi tingkat tingginya yang berangkat ke Washington dan kemudian berkonsultasi dengan parlemen dan gubernur negara bagian untuk menentukan langkah selanjutnya. Presiden Pena juga sudah memerintahkan konsulat Meksiko di 50 negara bagian AS untuk memberi konsultasi hukum bagi imigran Meksiko.

Rabu (25/1) kemarin, Trump menaandatangani perintah pembangunan tembok dan menembel celah kota-kota yang mudah disusupi iimigran ilegal.  "Sebuah bangsa tanpa perbatasan bukan bangsa. Mulai hari ini AS akan kembali mengambil kendali perbatasannya," pidato Trump di Departemen Keamanan Dalam Negeri.



Editor : Rosyid

Rosyid
27-01-2017 10:10