Main Menu

Pengadilan Tangguhkan Kebijakannya, Trump: Hakim Konyol!

Dani Hamdani
06-02-2017 12:06

Washington, GATRANews - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (05/02), mengecam putusan pengadilan yang menangguhkan kebijakan kontroversialnya yakni larangan perjalanan dari tujuh negara muslim. Ia menilai putusan itu sebagai hal “konyol” dan berjanji untuk membalikkan penangguhan itu.

 

Perintah untuk memblokir larangan tersebut, yang dikeluarkan pada Jumat malam oleh Hakim Distrik Seattle James Robart, berlaku di seluruh AS, menunggu peninjauan penuh terhadap gugatan yang diajukan oleh jaksa agung negara bagian Washington. 

 

Larangan perjalanan itu, yang diberlakukan sejak 27 Januari lalu, menimbulkan kekacauan di bandara di seluruh AS, memicu banyak protes dan menelantarkan banyak orang yang berharap dapat pergi ke AS.

 

“Pendapat hakim ini konyol dan akan dibalikkan!” tulis Trump di Twitter.

 

Baca juga: 

(Pengadilan di Washington Tangguhkan Kebijakan Imigrasi Trump)

(Pengadilan AS Tolak Banding Trump soal Larangan Imigran 7 Negara Muslim)

 

“Ketika negara tidak bisa lagi mengatakan siapa yang bisa, dan siapa yang tidak bisa, masuk dan keluar, khususnya karena alasan keselamatan dan keamanan - adalah masalah besar!” tulis Trump, kurang dari 12 jam setelah putusan itu dikeluarkan di Seattle.

 

“Cukup menarik ketika beberapa negara tertentu di Timur Tengah setuju dengan larangan itu. Mereka tahu, jika beberapa orang tertentu diizinkan masuk, itu akan menjadi malapetaka dan kehancuran” ujar Trump, yang berada di Florida selama akhir pekan, seperti dilaporkan Antara.

 

Trump: Kalau Amerika Diserang Teroris Salahkan Hakim

 

Presiden Trump menegaskan bahwa dia tidak akan mau bertanggung jawab jika serangan teroris menimpa Amerika Serikat karena dia merasa upayanya mencegah terorisme dengan mengeluarkan larangan masuk ke AS kepada warga tujuh negara muslim, telah dibatalkan oleh hakim agung pada mahkamah agung federal negeri itu.


Trump mengambinghitamkan hakim federal dan sistem peradilan Amerika Serikat yang menyimpulkan larangan masuk ke AS sementara untuk tujuh negara muslim sebagai melanggar konstitusi.


"Sulit dipercaya seorang hakim menempatkan negara kita pada bahaya besar seperti ini," tulis Trump dalam Twitter, dua hari setelah hakim James Robart membatalkan perintah larangan untuk pengungsi dan kunjungan warga tujuh negara muslim itu.


Omongan Trump di Twitter ini juga disampaikan hanya sehari setelah sebuah panel hakim membatalkan banding Gedung Putih untuk memberlakukan kembali larangan itu.


"Jika sesuatu terjadi salahkan dia (hakim) dan sistem peradilan," cuit Trump lagi.


Cuitan Trump ini rangkaian terakhir dari serangannya terhadap sistem peradilan AS. Pada Minggu waktu setempat, Wakil Presiden Mike Pence berkata bahwa Trump berhak mengkritik dua cabang pemerintahan (yudikatif dan legislatif), tapi itu bukan berarti mempertanyakan legitimasi hakim.


Trump menambahkan, "Saya telah memerintahkan (Departemen) Keamanan Dalam negeri untuk memeriksa orang-orang yang masuk ke negeri kita dengan sangat hati-hati. Pengadilan telah membuat pekerjaan menjadi sangat sulit!"


Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
06-02-2017 12:06