Main Menu

AS: Wapres Venzuela Gembong Narkoba

Rosyid
14-02-2017 14:11

Washington, GATRAnews - Pemerintah Amerika Serikat menuduh wakil presiden Venezuela Tareck El Aissami berperan utama dalam perdagangan narkoba internasional dan membantu Hizbullah.  Sebagai sanksinya, dia dilarang masuk ke Amerika Serikat dan 13 perusahaan yang dimiliki kroni-nya diblokir.

Departemen Keuangan Amerika Serikat mengungkapkan hal itu lewat situs resminya yang semakin mempertegang hubungan kedua negara. El Aissami adalah pejabat paling senior yang menjadi target Amerika Serikat.  Pemerintah AS juga memberi sanksi pada Samark Lopez, pengusaha kaya Venezuela yang diyakini sebagai kroni dan operator lapangan sang wapres.

Belum ada bantahan dari wapres berusia 42 tahun itu, namun sejak lama diau sudah membantah terlibat dalam tindakan kriminal.

"El Aissami memfasilitasi pengiriman narkotika dari Venezuela, termasuk mengontrol pesawat yang berangkat dari pangkalan udara Venezuela, juga mengatur rute penyelundupan dari pelabuhan Venezuela," ujar seorang pejabat Kemendag AS. Kementerian Perdagangan AS menyatakan, El Aissami dan Lopez Bello dijatuhi sanksi atas Undang-Undang Penetapan Gembong Narkoba Asing.

Menurut ABC, El Aissami sudah lama menjadi target penyidikan penegak hukum di AS, sejak menjadi menteri. Saat itu namanya dikaitkan dengan puluhan paspor Venzuela yang dipegang orang-orang dari Timur Tengah, termasuk Hezbollah.


El Aissami pernah jadi menteri pada periode pemerintahan mantan Presiden Venezuela, Hugo Chavez.  Saat menjabat sebagai wapres, El Aissami kerap membantu Presdien Venezuela, Nicolas Maduro, untuk mengambil tindakan atas para oposisi politik.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
14-02-2017 14:11