Main Menu

Trump Sebut New York Times dan CNN Musuh Rakyat Amerika

Dani Hamdani
19-02-2017 00:00

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Twitter/@realdonaldtrump)

Washington, GATRANews - Presiden AS Donald Trump mengecam lima media besar di negeri tersebut sebagai "musuh rakyat Amerika". Itu disampaikan lewat akun twiternya @realDonaldTrump tak lama setelah tiba di rumahnya Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, Jumat sore (17/2). "Media FAKE NEWS (gagal @nytimes, @NBCNews, @ABC, @CBS, @CNN) bukan musuh saya, itu adalah musuh Rakyat Amerika!," bunyi cuitannya.

 

Bukan sekali Trump menyebut Fake NEWS, sebelumnya juga dia terus mengecam media mainstream sebagai berita gagal.
 
Twit terakhir Trump tersebut disiarkan sehari setelah pernyataan Trump di Gedung Putih. Saat itu, ia mengecam media AS sebagai "berita yang sangat palsu" dan "tak terkendali", dan pada saat yang sama membantah laporan media mengenai kekacauan di Gedung Putihnya dan dugaan kontak yang mungkin dilakukan timnya dengan Rusia.

Tim Trump mengirim survei email untuk meminta rakyat menanggapi mengenai bagaimana perasaan mereka mengenai media.

"Sebaliknya, kalian --rakyat Amerika-- adalah garis pertahanan terakhir kita melawan pekerjaan media," demikian antara lain satu kalimat di email tersebut.


"Twit Trump adalah peningkatan pukulan dalam serangannya terhadap media berita," demikian komentar New York Times, seperti dilaporkan AntaraNews, mengomentar cuitan Trump.
 
Tapi kebencian pada media arus utama bukan hanya pada diri Trump, tapi juga orang-orang di sekelilingnya.
 
Steve Bannon, Kepala Tim Strategi Gedung Putih, menyebut media sebagai "partai oposisi" dalam satu wawancara dengan New York Times pada Januari. Ia menyatakan, "Media mesti malu dan merasa hina dan menutup mulutnya dan cuma mendengarkan untuk sejenak."

"Mereka tidak memahami negeri ini," kata Bannon di dalam wawancara tersebut. "Mereka masih belum mengerti mengapa Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat."

Trump, yang mengumandangkan pernyataan Bannon saat itu, mengatakan dalam satu wawancara TV bahwa "media adalah partai oposisi dalam banyak cara."

Sejak pemilihan presiden AS pada 2016, Trump telah sering saling-menyerang dengan banyak kelompok media utama AS terutama New York Times dan CNN.

Banyak pengulas lokal menganggap retorika anti-media sebagai bagian utama strategi anti-elit dan anti-kemapanan.

Satu survei daring dan telepon nasional Rasmussen Repors pada Januari mendapati 48 persen dari semua Kemungkinan Pemilih AS percaya sebagian besar wartawan bias terhadap Trump.
 
Ternyata, seperti dilaporkan AntaraNews, Hanya 12 persen berpendapat mereka bias terhadap Trump, sementara 31 persen merasa sebagian besar wartawan berusaha bersifat adil dan seimbang.
  
Negara Mana yang Sebut media Musuh Negara?
 
Cuitan Trump sontak mendapat banyak komentar miring. Tapi banyak juga yang menyatakan "cinta" pada cuitan Trump tersebut. Pada Minggu (19/2/17) pagi waktu Jakarta, hampir 135 ribu akun menyukai, dan 43 ribu komentar menjejali cuitan FAKE News tersebut.
 
Lauren Wolfe, kolumnis di banyak media arus utama, termasuk The New York Times, adalah salah satu pengecam cuitan Trump tersebut. Direktur di Women Under Siege, itu menyerang Trump dalam serangkaian aku twiternya (@wolfe321).
 
Kamu tahu negara mana saja yang menyebut wartawan sebagai "musuh negara"? Ini beberapa diantaranya ujar Wolfe:
 
Atas kecaman itu Wolfe mengaku mendapat serangan dari banyak akun twitter. "Saya menjadi target oleh kelompok #antisemitic #misogynist dan pendukung #Trump karena menyampaikan kemerdekaan Pers dan Demokrasi," ujar Wolfe.

Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
19-02-2017 00:00