Main Menu

Rabi Yahudi Pimpin Pawai Bela Islam

Rosyid
20-02-2017 19:24

Ribuan orang dari beragam etnis dan agama berukmul di Time Square, New York, menerikan I Am Muslima Too, Minggu, 19 Februari 2017 (amny.com/Charles Eckert)New York, GATRAnews - Donald Trump memicu ribuan orang Amerika Serikat dari beragam kalangan untuk berdiri bersama-sama membela kaum muslim dari  perlakuan diskiriminatif  pemerintahan baru negara itu.  pembelaan itu berlangsung di puluhan kota, salah satu yang terbesar terjadi di pusat keramaian New York CIty, lapangan Time Square.

 

Aksi demo  bertajuk "I Am Muslim Too" berlangsung di Times Square, New York City, Minggu (19/2), yang diorganisir Russell Simmons, Imam Shamsi Ali, dan Rabbi Marc Schneier.  

 

Rally ini mengundang para pemimpin agama dan kepercayaan, untuk memprotes instruksi Presiden Trump, 27 Januari 2017, yang lebih dikenal sebagai 'Muslim Ban'. Ketiga orang itu mendesak para pemimpin agama untuk bersuara menentang semua bentuk diskriminasi terhadap populasi yang terpinggirkan.

 

Rabbi Schneier dan Russel Simmons sudah bertahun-tahun memimpin Foundation For Ethnic Understanding (FFEU) yang bertujuan menggalang persatuan beragam komunitas. "Kami mendukung solidaritas dengan komunitas muslim Amerika dalam menghadapi tumbuhnya fobia islam dan muslim fanatik di negeri kami."

 

Sementara Russel Simmons -produser musik hip-hop-  menjelaskan via email kepada Dean Obeidallah dari The Daily Beast, tujuan rally ini adalah; "fokus pada serangan terhadap saudara-saudari muslim kami, karena serangan terhadap mereka adalah serangan terhadap kami semua," katanya. "Kami tidak akan pernah benar-benar bebas sampai semua dari kami bebas."

 

Menurut CNN, Lebih dari 50 pemimpin keagamaan dari beragam organisasi ikut serta dalam pawai ini dan mendeklarasikan sebagai "I am Muslim too".

 

Mereka berasal dari beragam agama mulai dari Yahudi, Sikh, Budha, Episcopalian, Presbyterian, Hindu, Baptis, hingga politisi dan aktifis HAM. Aktris Susan Sarandon dan walikota New York, Bill de Blasio juga terlibat dalam pawai ini.

 

Pawai ini diikuti lebih dari 2.000 orang. Para demonstran banyak yang membawa plakat bergambar wanita menggenakan hijab bendera AMerika Serikat dengan keterangan "Kami masyarakat yang lebih besar dari rasa takut."

 

"Kami disini ingin menunjukkan pada kelas menengah Amerika Serikat sinyal-sinyal indah kami dan lewat aksi-aksi indah, mereka akan melihat pawai kami dan mulai mempertanyakan pemerintah mereka," kata Russel.

 

Walhasil, tekanan Trump terhadap komunitas muslim justru membuat orang-orang Amerika bangkit berdiri bersama kaum muslim dan menyatakan diri adalah muslim juga, walau sebatas slogan.


Editor: Rosyid

Rosyid
20-02-2017 19:24