Main Menu

Foto Bugil Prajurit Wanita AS Beredar di Grup Facebook

Rosyid
09-03-2017 15:27

Los Angeles, GATRAnews - Foto telanjang prajurit wanita AMerika Serikat beredar disebuah grup Facebook. Kasus ini membuat anggota kongress di Capitol Hill berang. Kasus ini terungkap pekan lalu dan Rabu (8/3) dua korban tampil kedepan publik didampingi Jaksa Wilayah Los Angeles Gloria Allred.

 

Dua korban wanita yang tampil ke depan publik bersama jaksa wilahay Los Angeles Gloria Allred mendesak korban lainnya untuk tampil dan meminta komandan Korps Marinir, Jendral Robert Neller untuk bertemu para korban secara pribadi.  Korban Erika Butner, 23 yang bertugas selama empat tahun di Korps Marinir dan keluar Juni  tahun lalu.

 

Menurut kesaksiannya, dia dia mengetahui menjadi salah satu dari sekian perempuan militer yang gambarnya di posting tanpa ijin beberapa bulan setelah keluar dari Korps Marinir.


Korban lainnya adalah Marisa Woytek, yang masih aktif di Marinir. Dia mengenakan seragam lengkap dan pakaian yang sopan pada foto-foto yang diposting. Itupun masih mengundang komentar-komentar kasar dan menjurus pada kekerasan seksual. 

 

Penuturan Woytek pada New York Times yang dikutip Reuters, foto-fotonya dicuri dari akun instagram miliknya. "Saya mencintai korps marinir, tapi setelah kejadian ini saya urung untuk mendaftar kembali," katanya.

Masih banyak prajurit wanita lain yang fotonya beredar di grup yang seluruh anggotanya pria, baik militer aktif maupun veteran. Perempuan-perempuan itu dikelompokkan berdasarkan nama, pangkat dan markas militernya.  Ada beberapa yang disertai informasi kontak.

 

Baca Juga: Pentagon Gelar Investigasi Total Skandal Foto Telanjang Korps Marinir

 

Keberadaan group Facebook bawah tanah yang bernama  'Marines United' terungkap pekan lalu. Grup ini  berisi foto-foto eksplisit wanita di Angkatan Bersenjata yang dibumbui komentar-komentar cabul.

Yang pertamakali mengungkapkan skandal ini adalah The War Horse sebuah situs berita nirlaba yang dijalankan oleh veteran marinir Thomas Brennan. Selanjutnya dilaporkan pula oleh Center for Investigative Reporting, Sabtu pekan lalu.


Penyelidikan langsung dilakukan oleh Naval Criminal Investigative Service dan kecamanpun datang dari anggota parlemen di Capitol Hill. Komandan Marinir Jendral Robert Neller menyebutkan pengungkapan itu membuat malu Korps Marinir. "Perilaku ini tidak mencerminkan sikap prajurit sejati," katanya seperti dilaporkan Reuters, Kamis (9/3) 
 

Peraturan hukum militer Amerika Serikat melarang peredaran foto seksual eksplisit dari orang lain tanpa ijin.  Group Facebook Marines United memiliki hampir 30.000 anggota, sebagian besar bertugas di Korps Mariniri, veteran korps marinir dan Marinir Kerajaan Inggris.  Menurut CNN, bukannya menghentikan kegiatannya setelah terekspos, grup itu malah pindah ke halaman lain dengan akses yang lebih ketat.


Editor: Rosyid

Rosyid
09-03-2017 15:27