Main Menu

Trump Tunjuk Menantu Jadi Kepala Badan Inovasi Gedung Putih

Dani Hamdani
28-03-2017 09:34

Ivanka Trump dan Jared Kushner menghadiri press conference di gedung Putih, Washington, DC, 17 Maret 2017. (AFP/Brendan Smialowski)Washington, GATRANews – Setelah resmi mengangkat anaknya, Ivanka, menjadi petugas di tim penasihat Gedung Putih, Presiden Donald Trump kini menunjuk menantunya Jared Kushner sebagai kepala badan pemerintahan baru. Suami Ivanka ini ditunjuk sebagai Badan Inovasi Gedung Putih pada Senin (27/3/17).

 

Badan Inovasi Gedung Putih akan memiliki otoritas untuk merombak birokrasi dan memenuhi janji-janji Trump saat kampanye seperti, reformasi layanan bagi para veteran dan pemberantasan kecanduan opium.
 
Menurut Gedung Putih, Badan Inovasi ini bertujuan mengimplementasikan ide-ide dari dunia bisnis guna membantu menangani tugas pemerintah. 
 
"Saya berjanji kepada rakyat Amerika Serikat bahwa saya akan mendatangkan hasil, dan menerapkan mentalitas 'lebih cepat dari jadwal dan di bawah anggaran' di pemerintahan,” ujar Trump.
 
Badan Inovasi tersebut menyerupai tim SWAT yang beranggotakan para mantan eksekutif sektor swasta yang bertugas mendatangkan ide-ide baru bagi bisnis pemerintah. 
 
 
"Pemerintah harus dijalankan seperti perusahaan besar Amerika Serikat. Harapan kita adalah kita dapat meraih kesuksesan dan efisiensi bagi para konsumen, yakni rakyat," ujar Kushner kepada Washington Post, seperti dikutip AFP.
 
Kushner merupakan penasihat senior Trump dengan pengaruh yang besar terhadap kebijakan dalam negeri dan luar negeri. Pengusaha berusia 36 tahun itu dinilai banyak pengamat cukup punya pengalaman di dunia bisnis tapi nol pengalaman di pemerintahan.
 
Situs berita Fortune menyebut sejak Trump naik tahta, Kushner sudah dibebani banyak tugas penting untuk pemerintahan Amerika Serikat.
 
Berikut tugas-tugas yang diberikan Trump pada menantunya seperti dicatat Fortune.com: 
 
Donald trump, Ivanda Trump dan Jared Kushner (AFP)
Donald trump, Ivanda Trump dan Jared Kushner (AFP)
Penasihan Trump
 
Pada Januari 2017, Kushner bergabung dalam tim penasihat senior Gedung Putih, bekerja bersama Kepala Staf Reince Priebus dan Kepala Strategis Steve Bannon. Tugas persisnya tidak disebutkan, tapi trump menyebut menantunya itu sebagai aset tak ternilai untuk mengimplementasikan ageda politiknya.
 
"Jared adalah penasihat terpercaya selama kampanye, dan transisi kekuasaan. Saya bangga dengan kepemimpinan dia dalam pemerintahan saya," ujar trump.
 

Merombak Pemerintahan

Kantor Badan Inovasi Amerika diperkirakan akan menangani isu isu domestik seperti Hubungan Veteran, mengurus pemberantasan kecanduan opium. "Harapan kita adalah bisa berhasil dan menciptakan efisiensi untuk para pelanggan kami, yaitu rakyat Amerika," ujar Kushner pada Washington post.

 

Melaksanakan Diplomasi Bayangan 

Trump juga percaya pada kemampuan diplomasi Kushner untuk mengurus dunia. Washington post melaporkan pada Februari, di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa Kushner adalah "kontak utama presiden, menteri dan dutabesar untuk sekitar dua lusin negara.

 

The Post juga melaporkan bahwa Kushner berunding dengan Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray sebagai panduan Trump membuat 'Perintah Eksekutif' tentang dinding Meksiko.

 

Broker Perdamaian di Timur Tengah

Hanya dua pekan setelah pemilihan presiden, ketika heboh soal trump ingin mengangkat Kushner sebagai penasihat presiden, namun dinilai melanggar statuta-anti-nepotisme, Trump menyatakan pada New york Times bahwa ia ingin menantunya itu terlibat dalam upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina.

 

"Saya ingin ada perdamaian antara Israel dan Palestina," ujar trump pada The Times. "Saya kira Jared sangat baik untuk itu. Dia tahu persis permasalahan, dia tahu kawasan, dia tahu masyarakatnya, dia tahu para pemainnya," ujar Trump. 


Editor: Dani Hamdani
Dani Hamdani
28-03-2017 09:34