Main Menu

Tahu Harga Rudal Tomahawk yang dihantamkan ke Suriah?

Dani Hamdani
07-04-2017 15:34

Rudal Tomahawk (Dok GATRAnews/ist)Jakarta, GATRAnews - Tomahawk atau Kapak Indian merupakan rudal cerdas andalan Amerika Serikat dalam tiga dekade terakhir ini. Nama rudal ini menjulang pada Perang Teluk 1991 ketika Amerika menyerang Irak. Rudal yang dituntun oelh Global Positioning System (GPS) dapat menyasar target dengan akurasi tinggi dari jarak sejauh 1.600 km dengan kecepatan subsonik, 885 km per jam.  Sekadar ilustrasi, Tomahawk dapat meluluhlantakan Monas tak sampai satu setengah jam sejak diluncurkan dari Singapura.

 

Pada Kamis pagi tadi, sebanyak 59 Tomahawk dilepaskan dari dua kapal perang destroyer angkatan laut AS di Laut Tengah, yakni USS Ross dan USS Porter, menghujani pangkalan udara Suriah dekat Homs.

 

Perintah bombardir itu langsung datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena dianggap negara itu telah menggunakan senjata kimia mematikan (diduga gas beracun sarin) pada Selasa lalu (4/4/17) ke Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah.

 

Tomahawk tak diragukan berhasil meluluhlantakan pangkalan udara tersebut. Rudal berpanjang 6,25 meter dan berbobot 1.590 kg itu diklaim oleh angkatan laut AS sebagai peluru kendali subsonik jarak jauh yang cocok untuk segala cuaca.

 

Dia bisa diluncurkan baik dari kapal perang maupun kapal selam.

 

Rudal ini biasanya membawa hulu ledak sampai 454 kg dan dirancang meluncur pada ketinggian rendah yang bisa menembus sasaran di darat dengan pertahanan tangguh sekalipun, dan tingkat akurasi sangat tinggi.

 

Baca Juga:

Amerika Luncurkan 59 Rudal ke Suriah Pasca Serangan Bom Kimia

Kerajaan Arab Saudi Puji Trump Gempur Suriah

Pro Kontra Trump Rudal Suriah: Rusia Marah tapi Turki Puji

Reaksi Iran dan Israel Terhadap Serangan Misil Suriah

Mengapa Tomahawk Dipilih Untuk Menyerang Suriah

Militer Suriah: 6 Warga Tewas Akibat Serangan Amerika

 

Pembuatnya, Raytheon, menyebut Tomahawk senjata "modern, matang, dan ampuh" yang mampu menghajar sasaran dalam tingkat ketepatan sangat tinggi dengan dampak kolateral yang minimal. 

 

Satu unit rudal ini dihargai sekitar 1,5 juta dolar AS, atau sekitar 20 miliar rupiah. Jadi untuk meluncurkan sebanyak 59 rudal pada Kamis pagi itu, Donald Trump membuang budget sekitar Rp. 1,2 triliun rupiah. 

 

Menurut situs berita The Guardian, pada Desember tahun lalu, Raytheon mendapatkan kontrak senilai 303,7 juta dolar AS untuk memproduksi 214 Tomahawk Block IV yang digunakan untuk angkatan laut AS.

  

Peluru kendali canggih ini menjadi bagian sangat penting militer AS dalam Perang Teluk 1991 yang digadang-gadangkan angkatan laut luar biasa sukses.

 

Tomahawk menjadi bagian instrumental dalam invasi Nato menumbangkan Muammar Gaddafi di Libya pada 2011, selain  berjasa besar untuk AS dalam memerangi ISIS di Timur Tengah.

 

Pada September 2014, Pentagon meluncurkan 47 peluru kendali dari dua kapal perang --satu di Teluk Persia dan satu di Laut Merah-- ketika perang melawan ISIS meluas ke Suriah.

 

Menurut Washington Post rudal ini terakhir digelarkan Pentagon Oktober tahun silam dari destroyer-destroyer di Laut Merah dengan membidik tiga sasaran radar di Yaman.

 

Yang menjadi sasaran rudal ini di Suriah pagi tadi adalah hanggar pesawat tempur, bunker amunisi dan instalasi radar. 


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
07-04-2017 15:34