Main Menu

Mengapa Tomahawk Dipilih untuk Menyerang Suriah

Rosyid
07-04-2017 17:13

Rudal Tomahawk diluncurkan dari pesawat perang Amerika Serikat (Dok US NAVY/AFP)Washington, GATRAnews - Serangan terhadap pangkalan militer Suriah di pangkalan militer Al- Shayrat, propinsi Homs dilakukan dengan menggunakan rudal Tomahawk. Angkatan Laut Amerika Serikat melepas 59 rudal Jumat menjelang subuh sekitar pukul 4.40 waktu setempat.  Puluhan rudal itu ditembakkan dari kapal perusak USS Ross dan USS Porter yang berada di Timur Laut Laut Mediterania, seperti yang diceritakan sumber Washington Post di Kementrian Pertahanan.  

 

Mengapa memilih rudal Tomahawk. Karena tidak perlu pilot untuk mengirim bom ke sasaran.  Nah, Tomahawk ini bisa dilepas dari jarak 1600 km dari sasaran. Hulu ledak Tomahawk memang tidak sedahsyat bom yang dibawa jet tempur, namun untuk menghancurkan pesawat Suriah di darat, sudah cukup.

 

"Pesawat didarat itu  sasaran paling lemah, tidak membutuhkan amunisi besar untuk menghancurkannya," kata  Chris Harmer, pengamat pertahanan dan mantan perwira AL yang sekarang bekerja di Institute for the Study of War, kepada Washington Post, Jumat (7/4).

 

Suriah memiliki sistem rudal darat ke udara S-200 buatan Russia.  Russia yang mendukung Suriah juga memiliki sistem rudal S-300 dan S-400 yang lebih canggih.  Kedua rudal ini dipandu radar dan bisa terbang lebih cepat dibandingkan S-200. 

 

Tomahawk telah menjadi bagian penting dari alusista militer AS sejak Perang Teluk Persia tahun 1991.  Misil ini membawa hulu ledak seberat 450 kg. Sebelum dilepas ke pangkalan militer Suriah yang diduga menjadi tempat melancarkan serangan kimia, Tomahawk diluncurkan lokas-lokasi radar ditepi pantai Laut Merah pada Oktober 2016. Radar dilumpuhkan setelah milisi Houthi meluncurkan rudal ke posisi kapal-kapal AS.

 

Sebelumnya pada September 2014, militer AS meluncurkan 47 Tomahawk dari USS Philippine Sea di Teluk Persia dan USS Arleigh  Burke di Laut Merah. Serangan itu ditujukan kepadan Khorasan Group, kelompok yang terkait Al Qaeda. 


Editor: Rosyid

Rosyid
07-04-2017 17:13