Main Menu

TNI Tunggu Penjelasan AS Tolak Gatot Nurmantyo Hadiri Undangan

Iwan Sutiawan
22-10-2017 18:14

Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto berjalan usai menyampaikan konferensi pers terkait ditolaknya kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk masuk ke Amerika Serikat oleh otoritas setempat di Jakarta, Minggu (22/10). (Antara/Akbar Nugroho Gumay/AK9)

Jakarta, gatra.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mayjen Wuryanto, menyampaikan, TNI masih menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang melarang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki wilayah AS.


"Panglima TNI dan istri beserta delegasi, memutuskan tidak akan menghadiri undangan panglima angkata bersejata Amerika Serikat sampai ada penjelasan resmi dari pihak Amerika Serikat," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/10).

Wuryanto menjelaskan, Gatot akan berangkat ke AS untuk menghadiri acara konferensi yang akan berlangsung di Washington DC selama dua hari, yakni 23 dan 24 Oktober 2017.

"Undangan itu dikirim oleh panglima angkata bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Joseph F Durford, yang merupakan sahabat sekaligus senior panglima TNI," katanya.

Atas undangan itu, Gatot membalasnya melalui surat dan mengonfirmasi kehadirannya sebagai bagian dari penghargan dan penghormatan kepada pihak yang mengundang. Gatot beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan segala keperluan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan.

"Hari Sabtu, 21 Oktober, Panglima TNI siap berangkat ke Amerika Serikat dengan memakai maskapai penerbangan Emirates, pukul 17.50 WIB," katanya.

Namun, lanjut Wuryanto, beberapa saat sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan dari pihak maskapai penerbangan, bahwa Gatot dan istri serta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh U.S. Customs and Border Protection.

"Atas peristiwa ini, telah melapor kepada Presiden RI melalui ajudan, lapor kepada menlu dan menkopolhukam, serta berkirim surat kepada panglima angkatan bersenjata Amerika Serikat," katanya.

Menurut Wuryanto, TNI masih menungu penjelasan atas insiden penolakan tersebut, mengingat rencana kepergian Gatot itu atas undangan panglima bersenjata AS, serta atas hubungan baik Indonesia dan AS dan hubungan baik antara panglima angkatan bersenjata AS dengan Panglima TNI.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
22-10-2017 18:14