Main Menu

Negosiasi "Pelabuhan Aman Internet" Versi AS di NAFTA Bela Google dan Facebook

Birny Birdieni
23-11-2017 03:36

Konferensi pers North American Free Trade Agreement (NAFTA) yang baru di markas besar Administrasi Umum di Washington, DC. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/FT02)

Washington, Gatra.com- Pemerintahan Presiden Donald Trump menginginkan adanya tambahan perlindungan hukum yang membatasi kewajiban internet raksasa, seperti Google dan Facebook di North American Free Trade Agreement (NAFTA). Ini berkaitan tarik menarik pembuat kebijakan  dalam keamanan web serta perlindungan kebebasan berbicara.

 

Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Robert Lighthizer memasukan proposal tersebut dalam daftar keinginan untuk memperbaharui NAFTA pada perundingan putaran kelima yang berakhir Selasa (21/11) lalu. 

 

Keinginan ini muncul ketika Senator "Negeri Paman Sam" itu mengajukan Undang-Undang yang didukung putri Trump, Ivanka Trump dan  Chief Executive Officer Facebook Inc, Sheryl Sandberg, untuk menghilangkan kewajiban perlindungan  bagi situs web yang memfasilitasi perdagangan seks online.

 

Beberapa industri teknologi menangkap kebijakan ini sebagai hal yang akan merongrong industri mereka. Namun Amerika ingin Kanada dan Meksiko yang merupakan pasar ekspor utamanya setuju untuk membatasi pertanggungjawban perdata atas platform online untuk konten pihak ketiga. 

 

Pengajuan ini masuk jadi salah satu daftar prioritas yang dinegosiasikan Amerika pada 17 November lalu. Namun Kanada dan Meksiko menolak usulan tersebut. 

 

Pejabat sumber Bloomberg yang terlibat dalam perundingan namun enggan disebutkan namanya mengatakan kalau Kanada tak percaya kalau ketentuan seperti ini masuk dalam perjanjian perdagangan. Selain itu, secara umum mereka juga menolak keinginan perusahaan untuk mengurangi tanggungjawabnya.

 

Klaim Amerika, proposal NAFTA ini hanya untuk kasus yang tak terkait kekayaan intelektual. Juga dilengkapi sebuah peringatan, dimana akan tunduk pada hak-hak negara anggota NAFTA dalam mengadopsi tindakan tak diskriminatif untuk tujuan kebijakan publik yang sah. 

 

"Proposal perdagangan digital A.S. telah diinformasikan dengan konsultasi terperinci dengan Kongres dan tidak akan mengurangi hak Amerika Serikat dan mitra NAFTA kami untuk menangani masalah kesejahteraan masyarakat yang penting," ungkap juru bicara Lighthizer, Emily Davis.

 

Isu "Pelabuhan Aman" bagi perusahaan internet menjadi salah satu isu dalam kesepakatan perdagangan digital NAFTA. Putaran kelima perundingan ini berakhir tanpa menyelesaikan kesepakatan baru, dan negosiasi dijadwalkan sampai bulan Maret.

 

Sebagai informasi, di Amerika sebagian besar undang-undangnya melindungi situs web dari tanggungjawab atas unggahan pengguna mereka. Ini dianggap telah membuat industri teknologi internet berkembang.

 

Namun karena halaman web melibatkan perdagangan seks, kelompok bipartisan yang terdiri dari 40 senator dipimpin oleh politisi Partai Republik, Rob Portman telah berusaha membuat pengecualian akan itu. Artinya Undang-Undang perlindungan seharusnya tidak berlaku bagi mereka yang sengaja bersekongkol dalam penjualan dan pornografi anak. 

 

Amerika sedang mengodok rancangan regulasi akan perlindungan tersebut. Namun Senator dari Partai Demokrat Oregon, Ron Wyden berjanji akan menunda RUU tersebut bulan ini. Sebab hal tersebut dinilai akan melukai para pemula dan inovasi yang menghambat.


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
23-11-2017 03:36