Main Menu

PBB Tolak Yerusalem Ibu kota Israel, Kemenangan Palestina

Birny Birdieni
22-12-2017 12:51

Suasana sidang Dewan Keamanan PBB yang menghasilkan resolusi terkait Yerusalem. (AFP/EDUARDO MUNOZ ALVAREZ/FT02)

New York, Gatra.com- Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tegas menolak pernyataan Amerika Serikat yang mengatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam teks permohoan yang diajukan Mesir itu, setiap keputusan tentang status kota menjadi dan harus batal demi hukum.

 

Dalam voting Kamis (21/12) waktu New York, Dari 193 anggota PBB, sebanyak 128 negara mendukung resolusi draft PBB yang mendesak AS untuk menarik pengakuannya tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendukungnya. "Indonesia konsisten sejak dulu mendukung kepentingan rakyat Palestina," ungkap Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi kepada BBC.

 

Adapun sebanyak 35 negara abstain dan sembilan lainnya menentang dan mendukung pernyataan Presiden AS, Donald Trump. Negara yang menentang resolusi itu antara lain, Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau dan Togo.

 

Sebanyak 35 negara abstain adalah Kanada dan Meksiko. Juga termasuk empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya, China, Prancis, Rusia dan Inggris serta sekutu penting AS di dunia Muslim.

 

Atas sikap ini, Trump mengancam akan memotong bantuan keuangan bagi negara uang mendukung resolusi tersebut. "Mereka mengambil milyaran dolar dan mereka memberi suara menentang kita," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Putih. 

 

Sebelumnya Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley menilai draf resolusi itu sebagai "penghinaan" dan mewanti-wanti bahwa AS tidak akan melupakan negara yang mendukungnya. "Ini satu contoh lain bahwa PBB melakukan lebih banyak mudarat ketimbang manfaat dalam menangani konflik Israel-Palestina,"  katanya.

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak hasil pemungutan suara tersebut dan menyebut PBB sebagai "rumah pembohong". Dalam kesempatan itu, ia juga berterima kasih kepada Presiden Trump yang tegas memilih berdampingan dengan Israel.

 

Juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyebut voting tersebut "sebuah kemenangan untuk Palestina". Status Yerusalem memang menjadi masalah utama dalam konflik Israel-Palestina. Pihak Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. 

 


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
22-12-2017 12:51