Main Menu

Dua Petinggi Korut Kena Sanksi AS

Birny Birdieni
27-12-2017 16:04

Misil Balistik Antar Benua milik Korea Utara. (AFP/KCNA VIA KNS/STR/FT02)

New York, Gatra.com- Amerika Serikat telah menempatkan sanksi kepada dua pejabat Korea Utara yang merupakan pemimpin kunci program rudal balistik Korea Utara. Kedua orang tersebut adalah Kim Jong-sik dan Ri Pyong-chol. Mereka secara teratur dipotret bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat peluncuran rudal. Sanksi baru tersebut akan memblokir transaksi kedua orang tersebut di AS. Termasuk membekukan aset yang mereka miliki disana. 

 

Berdasarkan sebuah investigasi Reuters Mei lalu, kedua orang tersebut bersama dengan pengembang senjata Jang Chan-ha, sangat populer dengan Kim Jong-un. Mereka dipilih secara pribadi oleh putra Kim Jong Il yang memimpin sejak 2010 tersebut.

 

Perilaku mereka disekitar Kim, menurut Reuters cukup berbeda. "Sangat berbeda dengan pembantu senior lain yang kebanyakan membungkuk dan memegang tangan di mulut mereka saat berbicara dengan pemimpin muda tersebut," demikian paparan laporan tersebut dikutip dari BBC.

 

Ri Pyong-chol merupakan mantan angkatan udara yang dididik di Rusia. Sedangkan Kim Jong-sik adalah seorang ilmuwan roket veteran. Keduanya menjadi salah satu di antara 16 orang Korea Utara lain yang dikenakan sanksi PBB.

 

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB juga memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara yang kembali uji coba rudal balistik pada Jumat (22/12) lalu dan bulan lalu pada 28 November. Resolusi yang dibuat "Negeri Paman Sam" itu adalah mengurangi impor bensin negara itu hingga 90%.  

 

Dalam sebuah resolusi yang disepakati 22 Desember lalu, PBB melihat beberapa poin penting dalam sanksi itu. Bahwa terhitung sejak itu, dan dengan periode dua belas bulan setelahnya pengiriman produk bensin maksinal mencapai 500.000 barel per tahun. sedangkan minyak mentah mencapai empat juta barel per tahun.

 

Lalu untuk semua warga Korea Utara yang bekerja di luar negeri dibuat untuk kembali ke rumah dalam waktu 24 bulan. Serta membatasi sumber vital mata uang asing mereka. Hingga larangan ekspor barang-barang Korea Utara, seperti mesin dan peralatan listrik.

 

Menanggapi hal tersebut, kantor berita resmi KCNA Korea Utara mengatakan kalau Amerika Serikat benar-benar takut akan pencapaian Korea Utara dalam membuat sejarah hebat dalam menyelesaikan kekuatan nuklir negara. "Karena semakin hiruk pikuk dalam tindakan untuk menjatuhkan sanksi terberat yang pernah ada dan tekanan pada negara kita," demikian tanggapan Korea Utara. 

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
27-12-2017 16:04