Main Menu

Dukung Israel, Guatemala Mendekat ke AS

Rosyid
28-12-2017 14:51

Jimmy Morales. (AFP/Jewel Samad/AK9)

Guatemala, Gatra.com - Pengakuan Guatemala atas Yerusalem sebagai ibukota Israel membuat Presiden Guatemala Jimmy Morales lebih dekat ke Amerika Serikat pada saat dukungannya di dalam negeri jatuh karena tuduhan korupsi. Saat ini para penyidik korupsi dukungan PBB telah mengajukan tuntutan hukum pada Presiden Morales.



Guatemala dan Honduras adalah satu-satunya negara di Amerika yang mendukung kebijakan Trump saat pemungutan suara di Majelis Umum PBB pekan lalu. Morales pada malam Natal mengatakan bahwa dia akan mengikuti Trump untuk memindahkan kedutaan Guatemala dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Ini adalah cara yang sangat murah bagi Morales untuk memastikan bahwa pemerintah Trump ada di pihaknya," kata Michael Shifter, kepala Dialog Antar-Amerika, sebuah kelompok pemikir di Washington kepada Reuters, Kamis (28/7).

Morales tidak asing dengan kontroversi internasional.

Pada bulan Agustus, mantan komedian TV mendapat kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa dan duta besar A.S. di Guatemala karena berusaha mengusir seorang jaksa yang didukung PBB. Jaksa itu berusaha agar Morales diadili karena tuduhan korupsi. Presiden dituding mendanai kampanye secara ilagal. Seiring dengan itu, keluarganya dituduh menerima gratifikasi. Sempat akan di impeachment, tapi akhirnya lolos.

Morales, seorang Kristen evangelis, mengatakan bahwa kebijakan Israel adalah keputusan yang berprinsip pada tradisi lama dukungan Guatemala terhadap Israel.

"Meskipun hanya ada sembilan dari kita di seluruh dunia yang mendukung (posisi Trump), kita benar-benar yakin ini adalah jalan yang benar," kata Morales tentang suara PBB.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
28-12-2017 14:51