Main Menu

Cuitan Perdana Trump di 2018 Kritik Pakistan

Birny Birdieni
02-01-2018 04:44

Donald Trump (AFP/Paul Richards/AK9)

Washington, Gatra.com- Dalam cuitan perdananya pada tahun 2018 di jejaring sosial Twitter, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Pakistan telah berbohong dan menipu Amerika Serikat saat menerima bantuan luar negeri hingga milyaran dolar.

 

"The United States has foolishly given Pakistan more than 33 billion dollars in aid over the last 15 years, and they have given us nothing but lies & deceit, thinking of our leaders as fools. They give safe haven to the terrorists we hunt in Afghanistan, with little help. No more!," demikian cuitan Trump dalam akun @realDonaldTrump.

 

Trump juga menuduh kalau Pakistan menyimpan teroris yang dicari oleh pasukan AS. "Mereka (Pakistan) tidak memberi kita apa-apa selain kebohongan dan tipuan, memikirkan pemimpin kita sebagai orang bodoh," demikian tulis Trump.

 

Untuk itu, AS mempertimbangkan untuk menunda bantuan lebih dari US$ 250 juta ke Islamabad pada Agustus mendatang. Dalam laporan The New York Times, langkah itu dipertimbangkan karena kegagalan Pakistan dalam menindak efektif akan kelompok-kelompok teror.

 

Dilansir dari BBC, Kementerian Luar Negeri Pakistan merespon dengan berjanji akan membantu upaya internasional dalam memerangi terorisme. Namun dalam akunnya @KhawajaMAsif, Menteri luar Negeri Khawaja Muhammad Asif membalas dengan mengunggah cuitan kalau dunia akan mengetahui perbedaan antara fakta dan fiksi.  

 

"We will respond to President Trump's tweet shortly inshallah...Will let the world know the truth..difference between facts & fiction..," demikian cuitan @KhawajaMAsif yang diretweets hingga nyaris 2,2 juta akun itu.

 

Agustus lalu, Asif telah bertemu dengan Duta Besar AS di Islambad. Ketika itu ia menegaskan kalau Pakistan telah melakukan pengorbanan besar dalam memerangi terorisme. Namun ternyata hal yang sama tidak diyakini Trump. 

 

Pernyataan Trump sebenarnya hanya mengulang apa yang sudah dia sampaikan pada Agustus. Ketika itu, retorika AS lewat Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson juga menekan Pakistan. "Sudah saatnya Pakistan menunjukkan komitmennya terhadap peradaban, ketertiban, dan perdamaian," ia menegaskan.


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
02-01-2018 04:44