Main Menu

Buku "Fire and Fury" : Menlu AS Tak Ragukan Kesehatan Mental Trump

Birny Birdieni
06-01-2018 17:32

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Rex Tillerson bersama presiden Donald Trump. (AFP/SAUL LOEB/FT02)

Washington, Gatra.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson mengatakan bahwa dia tidak pernah meragukan kesehatan mental Presiden Trump. Pernyataan ini menanggapi terbitnya sebuah buku baru karya  Michael Wolff berjudul "Fire and Fury: Inside the Trump White House". 

 

Dalam buku itu dikatakan bahwa staf Trump di Gedung Putih melihatnya sebagai sosok seorang kekanak-kanakan. Wolff mengatakan kalau kekuatan mental Presiden ke-45 itu telah tergelincir. "100% orang di lingkaran Trump mempertanyakan kebugarannya dalam jabatan," katanya dalam sebuah wawancara di televisi, Jumat lalu seperti dilansir BBC.

 

Tidak hanya itu, dalam buku itu juga disebutkan kalau Trump gagal mengenali teman dekatnya. Lalu cenderung mengulangi komentar. Kemudian dalam hal memenuhi kebutuhannya bersikap kekanak-kanakan dengan keharusan segera terpenuhi keinginannya. 

 

Staf Gedung Putih menggambarkan Trump seperti pria yang segalanya tentang dia. Dia tidak  membaca ataupun mendengar. Dia seperti mesin pinbal yang terus menembak dari sisinya. 

 

Kepada CNN Tillerson mengatakan kalau dia tidak memiliki alasan untuk mempertanyakan kesehatan mental sang presidennya. "Saya kira Mr Trump bukan khas presiden lalu. Saya pikir itu sudah diketahui. Itu juga kenapa Amerika memilihnya," ungkap pria yang dituduh pernah memanggil Trump sebagai orang tolol tahun lalu. 

 

Trump mengatakan kalau ia tidak memberikan akses kepada Wolff untuk masuk Gedung Putih maupun berbicara dengannya. Namun Wolff mengakui hal berbeda. "Saya benar-benar bicara dengan presiden. Itu tidak ada dalam catatan," ungkapnya.

 

Kemudian Trump pun menilai buku itu "membosankan dan tidak benar". Ia juga menyebut Wolff sebagai "pecundang total". Kehadiran buku itu diyakini atas dorongan media dan pihak lain untuk menyakitinya. 

 

Akhirnya Trump pun buka suara lewat akun twitternya @realdonaldtrump. "Mereka harus mencoba memenangkan pemilihan. Sedih!," demikian cuitan Trump. 


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
06-01-2018 17:32