Main Menu

Gaduh Skandal Fire and Fury, Steve Bannon Tinggalkan Breitbart News

Birny Birdieni
10-01-2018 08:14

Steve Bannon. (AFP/Brendan Smialowski/AK9)

Washington, Gatra.com- Steve Bannon, mantan ahli strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundurkan diri dari media Breitbart News, tempat dia membangun reputasinya. Keputusan ini diambil ditengah kegaduhan akibat bocoran dia tentang keburukan Trump dan keluarganya di buku Fire and Fury: Inside the Trump White House karya Michael Wolff.

 

Di dalam buku itu menyebutkan pertemuan putra Trump, Donald Jr, dengan pengacara Rusia. Pria asal Virginia, Amerika Serikat itu menilainya sebagai "pengkhianatan" dan sikap yang "tidak patriotik".

 

Pada  9 Juni 2016 lalu, Don Junior bersama Jared Kushner (menantu Trump), dan Paul Manafort (Ketua Kampanye Trump) bertemu dengan pengacara Rusia, Natalia Veselnitskaya, di Trump Tower, New York. Dalam pertemuan itu ada perantara terpercaya yang menjanjikan dokumen memberatkan Hillary Clinton, rival berat Trump pada pemilihan presiden lalu.

 

Pertemuan ini juga berkaitan dengan Rusia-Kremlin. Pembahasan mereka berkaitan dengan penyelidikan dugaan kolusi dengan Kremlin yang fokusnya pada pencucian uang. Selain itu juga meramalkan bahwa Don Junior akan 'menetas seperti telur' di TV nasional.

 

 

Dalam buku setebal 327 halaman tersebut, Trump digambarkan sebagai sosok kekanak-kanakan dan tidak disiplin. Wolff mengatakan kalau kekuatan mental Presiden Amerika Serikat ke-45 itu telah tergelincir. "100% orang di lingkaran Trump mempertanyakan kebugarannya dalam jabatan," katanya dalam sebuah wawancara di televisi, Jumat (5/1) lalu seperti dilansir dari BBC. 

 

Dengan pengunduran diri ini, kejatuhan kekuasan Bannon lengkap sudah.  Ia bertugas sebagai penasihat senior Trump sejak 20 Januari 2017 dan diberhentikan Gedung Putih pada 18 Agustus lalu. Kini dia telah keluar dari media yang dia bangun. 

 

Bannon menjabat sebagai ketua eksekutif Breitbart sejak tahun 2012. Media itu menerbitkan sebuah pernyataan yang mengatakannya Bannon akan bekerja sama dalam transisi yang mulus dan tertib. "Saya bangga dengan apa yang telah dicapai tim Breitbart, dalam waktu singkat membangun sebuah platform berita kelas dunia," ungkapnya.

 

CEO Breitbart Larry Solov mengatakan, kalau Steve merupakan bagian kehormatan dari warisan medianya. "Kami akan selalu berterima kasih atas kontribusinya  dan apa yang telah membantu kami untuk mencapainya," pungkasnya.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
10-01-2018 08:14