Main Menu

Trump Penuhi Janji Kampanye untuk Tetap Buka Guantanamo

Birny Birdieni
31-01-2018 16:27

Pidato kenegaraan Donald Trump di hadapan Kongres AS. (AFP/POOL/Win McNamee)

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani sebuah perintah untuk tetap membuka pusat penahanan militer di Teluk Guantanamo, Kuba, Selasa (30/1). Pernyataan tersebut meneguhkan upaya gagal pendahulunya, Barack Obama yang tidak berhasil menutup penjara dikutuk dunia internasional tersebut.

 

Dalam pidato kenegaraan pertamanya di Kongres, Trump memastikan bahwa dia memenuhi janji kampanyenya untuk terus mengoperasikan penjara untuk tersangka teroris asing di pangkalan militer AS itu. 

 

"Sebelum masuk, saya baru saja menandatangani dan mengarahkan Sekretaris Pertahanan (Jim) Mattis ... untuk memeriksa kembali kebijakan penahanan militer kita dan tetap membuka fasilitas penahanan di Teluk Guantanamo," ia menegaskan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (31/1).

 

Saat mencalonkan presiden AS, Trump bersumpah akan memuat penjara itu dengan beberapa penjahat buruk. Namun sejak terpilih setahun lalum, tidak ada indikasi bahwa akan ada tahanan baru yang hadir.

 

"Di masa lalu, dengan bodohnya kami telah membebaskan ratusan dan ratusan teroris berbahaya, hanya agar mereka bertemu lagi di medan perang, termasuk pemimpin ISIS (Abu Bakr) al-Baghdadi yang kami tangkap dan kami lepaskan, " ungkap Trump merujuk pada kelompok militan Islam.

 

Guantanamo dibuka Presiden George W. Bush untuk menahan tersangka militan setelah serangan 11 September 2001 yang ditangkap di luar negeri. Ini menjadi simbol praktik penahanan keras yang membuat Amerika Serikat menerima tuduhan penyiksaan.

 

Lalu pada hari pertamanya menjabat di Gedung Putih tahun 2009, Obama menandatangani sebuah perintah menutup Guantanamo dalam waktu satu tahun. Namun sebagian besar oposisi Partai Republik di Kongres menggagalkan rencana itu. Sebagai ganti, pemerintah AS mengurangi populasi narapidana dari 242 menjadi 41 orang dalam delapan tahun masa jabatan itu.

 


Editor : Birny Birdieni 

Birny Birdieni
31-01-2018 16:27