Main Menu

Wallstreet Rebounds Setelah Alami Pekan Terburuk

Hendri Firzani
10-02-2018 07:50

Aktifitas pialang di pasar bursa (Reuters/Brendan Mcdermid/yus4)

Jakarta, Gatra. com - Bursa saham Amerika Serikat mengalami pergerakan paling buruk pekan ini. Setelah anjlok sepanjang minggu pertama Februari ini, indeks S&P 500 akhirnya naik 1,5 %, Jumat kemarin. Pergerakan saham pekan ini menjadi yang terburuk selama dua tahun terakhir.


Seperti dikutip dari Reuters, Indeks S&P 500 (indeks saham 500 perusahaan berkapitalisasi besar di bursa New York ) turun 5,2 persen untuk minggu ini.  Sebuah penurunan persentase mingguan terbesar sejak Januari 2016.  Bursa terguncang sebagian akibat kenaikan imbal hasil obligasi, yang membuat investor saham memikirkan kembali posisi mereka di bursa setelah berbulan-bulan mengalami kenaikan.


S&P 500 pekan ini mencatat penurunan  hampir 9 persen di bawah level tertinggi sepanjang dua minggu yang lalu. "Saya tidak melihat alasan untuk berpikir bahwa kami menetapkan pola untuk minggu depan atau akhir tahun ini," kata Rob Stein, CEO Astor Investment Management, sebuah lembaga analisa  di Chicago. Pada hari jumat saja, S&P 500 anjlok dari 2,2% menjadi 1,9 persen.

 

Sementara itu, The Dow Jones bergerak dalam kisaran lebih dari 1.000 poin, sebuah perubahan yang lebih sederhana dari pada saat pembukaan Senin kemarin ketika Dow Jones turun sebanyak hampir 1.600 poin. Dow Jones Industrial  (DJI) naik 330,44 poin atau 1,38 persen menjadi 24.190,9. S&P 500 naik 38,55 poin atau 1,49 persen menjadi 2.619,55, dan Nasdaq Composite (IXIC) menambah 97,33 poin atau 1,44 persen menjadi 6.874,49.


Kelompok sektor Teknologi menjadi grup berkinerja terbaik pada hari Jumat, dengan Microsoft Corp (MSFT.O), Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Facebook Inc (FB.O) memberikan stimulasi terbesar pada kenaikan  S & P 500. Sementara saham-saham Energi  justru berkebalikan, menjadi sektor yang menyumbang penurunan terbesar indeks yang disebabkan penurunan tajam harga minyak.


 

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
10-02-2018 07:50