Main Menu

Pence Buka Sinyal Diplomasi Washington dan Pyongyang Membaik

Birny Birdieni
12-02-2018 20:06

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence(Reuters/Bryan Woolston/re1)

Washington, Gatra.com- Pernyataan dari Wakil Presiden Mike Pence menyarankan agar Amerika Serikat mencari hubungan diplomatik yang lebih baik dengan Korea Utara seiring dengan Korea Selatan mempertimbangkan untuk melakukan pertemuan langka bersama tetangga musuh lamanya itu. 

 

Dalam sebuah wawancara di surat kabar, Pence mengatakan kalau Amerika dan Korsel telah setuju dalam sebuah persyaratan untuk melakukan hubungan diplomatik lebih lanjut dengan Korut. Pertama dengan Seoul untuk berikutnya akan berlanjut dengan Washington. 

 

Prospek pembicaraan tersebut terjadi setelah ketegangan berbulan-bulan antara Pyongyang, Seoul dan Washington mengenai program nuklir dan rudal Korea Utara. Kemudian sengketa Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un tentang perdagangan hingga ancaman penghancuran di tengah pengetatan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Berbicara kepada Washington Post di atas Air Force Two dalam perjalanan pulang dari Olimpiade, Pence mengatakan bahwa Washington akan mempertahankan "kampanye tekanan maksimumnya" akan Pyongyang. Namun saat bersamaan akan tetap terbuka kemungkinan pembicaraan.

 

"Intinya tidak ada tekanan terlepas sampai mereka benar-benar melakukan sesuatu yang diyakini aliansi sebagai langkah menuju denuklirisasi. Tapi jika Anda ingin berbicara, kita akan bicara," kata Pence dikutip dari Reuters, Senin (12/2). 

 

Namun Sekretaris Negara Rex Tillerson menilai terlalu dini untuk menilai apakah perkembangan terakhir itu sebagai awal dari sebuah proses diplomatik. "Kami telah mengatakan dalam beberapa waktu. Ini tergantung Korut untuk memutuskan kapan mereka siap terlibat dengan kami lewat cara tulus, cara yang berarti," kata Tillerson kepada wartawan di Mesir.

 

Ketegangan Amerika dan Korut menegang setelah tahun lalu saat Pyongyang melakukan lusinan peluncuran rudal dan uji coba nuklir keenam dan terbesar. Misi yang targetnya membidik Amerika itu bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. 

 

Namun dalam beberapa pekan terakhir, hubungan antara Korut dan Korsel membaik dimana Pyongyang mengirimkan delegasinya pada Olimpiade Musim Dingin di resor Pyeongchang Korea Selatan.

 

Kunjungan tersebut termasuk undangan bagi Presiden Korsel Moon Jae-in melakukan perjalanan ke Pyongyang untuk melakukan pembicaraan. Pertemuan semacam itu, jika terjadi, akan menandai KTT antar-Korea pertama sejak 2007.

 

Seorang pejabat pemerintah Korsel mengatakan kalau sikap Seoul dalam pertemuan itu harus mengarah pada denuklirisasi di Korut disaat sanksi dan tekanan akan Pyongyang masih terus diterapkan.

 

Korea Selatan mengatakan akan mencari cara untuk terus melibatkan Korut, termasuk mencoba mengatur lebih banyak reuni bagi keluarga yang terbelah oleh perang dan menurunkan ketegangan militer.

 

Pernyataan dari Kementerian Unifikasi terjadi setelah delegasi Korut selesai melakukan kunjungan tiga hari. "Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Korut memiliki kemauan kuat untuk memperbaiki hubungan antar-Korea dan Pyongyang dam merupakan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
12-02-2018 20:06