Main Menu

AS Kebanjiran Sel Surya Cina

Rosyid
18-02-2018 11:40

Pekerja merakit panel sel surya di salah satu pakbrik di Tianjin, Cina. (REUTERS/Jason Lee/FT02)

Washngton,  Gatra.com - Panel sel surya buatan Cina membanjiri Amerika Serikat sepanjang akhir tahun lalu untuk menghindari bea masuk impor sebesar 30 persen yang ditetapkan Presiden Trump. Pada triwulan ke-empat tahun lalu, pengiriman dari Cina naik 11 kali lebih banyak dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2017, seperti dilaporkan Bloomberg New Energy Finance. Vendor panel surya menyedot stok dari Mexico, Canada dan negara-negara lain sebelum regulasi baru itu dilaksanakan. Diperkirakan 5 GigaWatt perangkat solar cell sudah tersimpan di gudang-gudang di AS. Jumlah itu cukup untuk memasok kebutuhhan developer AS selama enam bulan, seperti diungkapkan Hugh Bromley,analis sel surya di New Energy Finance kepada Bloomberg.


Trump mengumumkan berlakunya bea masuk tinggi itu Januari kemarin. Tarif baru ini merespon trade suit yang diajukan April 2017 oleh salah satu produsen sel surya AS. Perusahaan itu mengeluh usahanya bangkrut gara-gara membanjirnya sel surya murah dari Asia. U.S International Trade Commission setuju dengan gugatan itu pada Oktober yang memuluskan keputusan Trump menaikkan tarif.

Sun Power Corp., pemasok terbesar kedua di AS, memproduksi sel surya di Mexico dan Asia. Mereka buru-buru membawa masuk stok-nya pada triwulan terakhir tahun lalu. Hal itu memberi kesempatan perusahaan yang berbasis di San Jose, California untuk meminta dikeluarkan dari regulasi baru itu karena menggunakan standar photovoltaic yang berbeda."Tentu saja kami mempercepat pengiriman," kata CEO Tom Werner. "Kami tidak ingin membayar tarif barang-barang yang sudah kami bawa masuk ke AS," tambahnya pada Bloomberg, Minggu (18/2).


Editor: Rosyid

Rosyid
18-02-2018 11:40