Main Menu

Trump Dikecam Terapkan Tarif Baru Impor Baja

Aulia Putri Pandamsari
03-03-2018 19:18

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (REUTERS/Jonathan Ernst/re1)

Washington, Gatra.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru bagi impor baja dan aluminium dari seluruh dunia mendapat kecaman.

Rencana penetapan tarif sebesar 25% untuk impor baja dan 10% untuk impor aluminium yang akan diberlakukan minggu depan, menuai kekhawatiran akan terjadinya perang dagang di tingkat global.

Lembaga Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) seperti dikutip dari laman BBC.com pada Sabtu(3/3) memperingatkan bahwa langkah yang diambil oleh Trump tersebut akan merugikan Amerika dan negara-negara lain.

Dikhawatirkan keputusan ini akan diikuti oleh pihak lain yang mengklaim bahwa pembatasan perdagangan yang ketat (proteksionisme) diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasional.

Rencana tarif baru impor baja Trump ini akan menghantam Kanada sebagai negara pengekspor baja tertinggi ke Amerika Serikat. Kanada mengekspor hampir 90 persen bajanya ke AS. Hal ini menyumbang hampir 16 persen total impor baja Amerika Serikat, dan merupakan yang paling tinggi dibandingkan dari negara manapun.

Absolutely unacceptable, sangat tidak bisa diterima. Tapi kami akan melanjutkan langkah untuk tetap mempertahankan kepentingan industri Kanada,” kata Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau kepada wartawan di Ontario, Kanada, Sabtu(3/3).

Selain Kanada, negara lain yang akan terkena imbas dari kebijakan baru terkait impor ini adalah Uni Eropa, Korea Selatan, Meksiko, Brazil dan Jepang.

“Langkah ini jelas melanggar peraturan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Jika Uni Eropa tidak bereaksi, maka industri kita akan membayar tagihan proteksionisme Amerika Serikat,” tutur Hans Jurgen Kerkhoff, Presiden Federasi Baja Jerman.

Sementara itu, Presiden Donald Trump keukeuh dengan kebijakan barunya ini. Ini terlihat dari respon dalam cuitan melalui akun twitternya @realDonaldTrump pada Jumat(2/3) pagi bahwa selama ini Amerika Serikat “kehilangan miliaran dolar dalam perdagangan” dan akan memenangkan perang dagang “dengan mudah”


Reporter: Aulia Putri Pandamsari

Editor: Anthony Djafar

Aulia Putri Pandamsari
03-03-2018 19:18