Main Menu

Kuatir Perang Dagang, Wall Street Ditutup Menguat

Anthony Djafar
06-03-2018 09:05

Kesibukan para pialang di bursa saham Wall Street, Amerika Serikat. foto: reuters.com.

New York, Gatra.com – Kekuatiran terjadinya perang dagang secara global pasca ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan mengenakan tarif untuk impor baja dan aluminium mendorong penguatan saham-saham pada penutupan perdagangan saham di Wall Street, New York, Senin (5/3).


Pernyataan sejumlah analisis perdagangan dikutip reuters.com menyebut bahwa penguatan itu juga didorong oleh kenaikan harga minyak dan kekhawatiran pemilu di Italia membuat reli di tiga indeks utama ekuitas di Amerika Serikat.

Investor mulai mengamati ancaman Trump sebagai cara untuk bernegosiasi setelah ciutannya di Twitter. Itu membuat Kanada dan Meksiko berusaha menghindar dari usulan tarif, apabila menyetujui perundingan Free Trade Agreement (NAFTA) di Amerika Utara.

Mona Mahajan, analisis strategi investasi Allianz Global Investors di New York menilai bahwa tidak adanya perlawanan dari negara tetangga juga menyebabkan adanya keyakinan pasar akan ancaman Trump melalui Twitter-nya, terbukti.

"Trump mengungkapkan itu melalui komentar di Twitter-nya. Saya tidak berpikir itu adalah kebetulan yang diungkapkan dalam pembicaraan putaran terakhir di perundingan NAFTA, " kata Mahajan.

Pengumuman Trump pada Kamis pekan lalu mengenai rencana mengenakan tarif import Baja 25 % dan Aluminium 10 %, menyebabkan S & P turun sebanyak 2 %.

Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley FBR di New York, menyebut penguatan saham yang dijadikan laporan sebagai sebuah kesuksesan akan terjadinya perang dagang ini bukanlah merupakan ide yang bagus.

Pada penutupan terakhir misalnya Dow Jones Industrial Average naik 336,7 poin atau 1,37 persen menjadi 24.874,76, S & P 500. SPX naik 29,69 poin atau 1,10 persen menjadi 2.720,94 dan Nasdaq Composite XIC menambahkan 72,84 poin atau 1 persen menjadi 7.330,71.


Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
06-03-2018 09:05