Main Menu

AS Akan Berdialog Dengan Korut Jika Ada Aksi Konkret

Sandika Prihatnala
10-03-2018 14:58

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders. (REUTERS/Leah Millis/FT02)

Washington, Gatra.com – Sempat memberi sinyal kuat akan bertemu Kom Jong Un, Amerika Serikat (AS) Jum’at (9/3) kemarin mengatakan tidak akan ada pertemuan antara AS dan Korea Utara tanpa tindakan nyata yang sesuai dengan janji Korea Utara soal aktivitas nuklir.

 

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan komitmen terhadap aksi nyata soal aktivitas nuklir teramat penting bagi terwujudnya pertemuan.
"Kita tidak sedang dalam perundingan sekarang. Kita menerima undangan untuk berbicara berdasarkan tindakan nyata sesuai janji yang telah mereka buat." Katanya seperti dikutip dari npr.org.

Sanders mengatakan bahwa A.S tidak membuat konsesi apapun dalam persetujuannya bertemu dengan Korea Utara.

Sebelumnya kabar mengejutkan muncul terkait rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un. Rencana ini menyeruak seusai ada pertemuan Trump dengan penasehat keamanan nasional Korea Selatan Chung Eui-yong.

Chung memberitahu Trump tentang pertemuannya baru-baru ini dengan Kim di Pyongyang. Namun sehari setelahnya Gedung Putih seperti mundur dari rencana tersebut. Sanders menekankan bahwa tidak ada yang berubah dari sudut pandang A.S terhadap Korut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, yang sedang melawat ke Afrika mengatakan keputusan Presiden Donald Trump untuk mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berasal dari Trump sendiri, tapi ia tidak membesar-besarkan pendapat bahwa Departemen Luar Negeri tidak mendapat informasi apapun sebelum pengumuman itu.

Sempat optimis sebelumnya soal rencana pertemuan, Tillerson pun menyebut rencana perundingan masih belum jelas.

"Mengenai pembicaraan langsung dengan Amerika, kita masih jauh dari perundingan. Saya pikir kita perlu bersikap sangat jelas dan realistis mengenai hal itu," kata Tillerson.

Ketika ditanya mengenai apa yang berubah dalam 24 jam, Tillerson membedakan antara "pembicaraan" dengan Korea Utara, dan "negosiasi" terstruktur. Tillerson mengatakan yang menonjol baginya adalah perubahan dramatis sikap Kim Jong Un.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
10-03-2018 14:58