Main Menu

Trump Kemungkinan Akan Menerapkan Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkotik

Bernadetta Febriana
11-03-2018 13:13

Donald Trump (REUTERS/Joshua Roberts/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Mulai gerah dengan merajalelanya penyalahgunaan opioid dan peredaran obat-obatan narkotika di Amrika Serikat, pemerintahan Donald Trump mempelajari kemungkinan diterapkannya hukuman mati kepada para pengedar narkotika di AS. Kebijakan hukuman mati yang diterapkan pemerintah Singapura terhadap para pengedar kemungkinan yang akan dijadikan contoh dan diterapkan oleh pemerintahan Trump.

 

Pada tahun 2016, sekitar 64 ribu jiwa orang AS melayang karena penyalahgunaan narkotika. Hal inilah yang kemudian memicu pemerintahan Trump ingin menerapkan hukuman yang lebih tegas kepada para pengedar. Trump sendiri mengatakan pada pekan lalu bahwa Gedung Putih akan mengeluarkan sebuah kebijakan yang cukup keras terkait dengan penyalahgunaan narkotika ini. 

 

Seperti dikutip dari Wahington Post, keputusan mengenai hal ini kemungkinan akan keluar dalam hitungan minggu. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat aturan bahwa penjualan fentanil dalam jumlah besar akan dimasukkan sebagai kejahatan berat karena penyalahgunaan fentanil dalam jumlah kecil saja bisa berakibat fatal. 

 

Trump mengatakan bahwa dirinya melihat ada beberapa negara yang menerapkan hukuman cukup berat bahkan sampai hukuman mati padahal problem penyalahgunaan narkotika di negara-negara tersebut  tergolong lebih kecil daripada AS. Tak heran tahun lalu Trump menyampaikan pujiannya kepada Presiden Filipina  Rodrigo Duterte yang tak pandang bulu membasmi permasalahan narkotika di negaranya.

 

Meski memuji Duterte, namun nampaknya Gedung Putih lebih memilih Singapura sebagai contoh untuk membuat kebijakan hukuman mati ini. Hal ini terlihat ketika perwakilan dari pemerintah Singapura telah diundang dan diminta untuk memberikan briefing di depan pejabat senior Gedung Putih termasuk Kellyane Conway seputar penanganan negara Singa ini terhadap penyalahgunaan narkotika, mulai dari edukasi hingga penerapan hukuman mati. 

 

Dikatakan oleh pejabat senior Gedung Putih, pnedekatan yang dilakukan Singapura lebih cocok dengan apa yang diinginkan oleh Gedung Putih karena pendekatannya lebih menyeluruh untuk permasalahan yang kompleks ini. 

 

Sayangnya, pihak Departemen Kehakiman dan juga Gedung Putih belum mau memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini. 


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
11-03-2018 13:13