Main Menu

Isu Isu yang Membuat Trump - Tillerson Tidak Akur

Rosyid
13-03-2018 22:30

Presiden Trump dan Menlu Rex Tillersen.(Reuters/re1)

Washington, Gatra.com - Perbedaan pendapat antara Presiden Trump dan Menlu Rex Tillersen sudah berlangsung lama.  Trump merasa Tillersen tidak mendukung kebijakan luarnegernya, malah menjalankan kebijakan diplomasinya sendiri. Isu pengunduran diri sudah mencuat sejak tahun lalu meskipun keduanya membantah. 

 

Ketegangan hubungan keduanya memuncak ketika mantan petinggi Exxon itu secara terbuka menjauhkan diri dari presiden terkait demonstrasi supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia tahun lalu. Sikap Trump yang dianggap mendukung sikap rasis kaum kulit putih mendapat penentangan luas.

 

Dalam catatan CNBC, bukan itu saja ketegangan yang muncul ke publik. Yang paling tajam Oktober lalu saat Trump men-tweet tentang upaya Tillerson yang 'membuang-buang waktunya '  untuk berunding dengan Korea Utara guna mengakhiri program nuklir negara itu.  Presiden Trump menulis "Hemat energi anda, Rex, Kita akan melakukan apa yang harus dilakukan!"

 

Oktober lalu NBC news melaporkan bahwa Rex Tillersen  sudah hampir mengundurkan diri pada musim panas tahun lalu namun didesak untuk tetap di posnya sampai akhir tahun. Dia menyebut Trump sebagai orang bodoh setelah bertemu dengan tim keamanan nasional Presiden Juli lalu. Tillersen tidak pernah membantah  dia pernah menggambarkan Presiden sebagai orang bodoh.

 

Tillersen termasuk pejabat yang mencoba mencegah Amerika Serikat keluar dari Paris Climate. Juga berusaha agar Amerika Serikat tidak membatalkan kesepakatan nuklir Iran. 

 

Hubungan keduanya memang sulit. Trump pernah mengkritik  Qatar sebagai 'penyandang dana terorisme'. Pada satu jam sebelumnya Tillerson mendesak negara-negara Teluk untuk mengurangi tekanan blokade pada negara kecil itu.


Editor: Rosyid

Rosyid
13-03-2018 22:30