Main Menu

Data Pengguna Facebook Diduga Bocor ke Konsultan Kampanye Trump

Rosyid
19-03-2018 11:14

Ilustrasi. (Shutterstock/FT02)

Washington, Gatra.com - Anggota parlemen AS prihatin terjadinya pelanggaran privasi setelah media melaporkan ulah konsultan politik yang menggarap kampanye Presiden Donald Trump mendapatkan akses ke 50 juta data pengguna Facebook secara tidak sah.

 

Jumat pekan lalu, Facebook mengumumkan suspensi Strategic Communication Laboratories (SCL) dan perusahaan analisa data politik dibawahnya, Cambridge Analytica karena melanggar Terms of Service. Menurut Facebook keduanya mengumpulkan dan membagikan personal informasi dari 50 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka. 

 

Insinden ini menunjukkan bawah model bisnis utama Facebook -iklan individual pada masing-masing penggunanya- bisa disalahgunakan. Selain itu muncul pertanyaan bagaimana data-data semacam itu digunakan untuk mempengaruhi kampanye presidensial 2016. Facebook kabarnya masih memeriksa apakah data yang disalahgunakan masih di tangan konsultan politik

 

 

Senator Republik Marco Rubio mengatakan "Jadi kita akan belajar lebih banyak tentang ini di hari-hari yang akan datang. Tapi ya saya terganggu dengan itu, "kata Rubio kepada NBC" Meet the Press, seperti dilaporkan Reuters Senin (19/3). 

 

Senator Republik yang lain, Rand Paul mengatakan kasus ini harus diteliti dulu secara mendalam. "Yang pasti privasi konsumen Amerika, individu Amerika, harus dilindungi, "kata Paul di CNN.

 

Facebook mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang profesor psikologi Universitas Cambridge telah berbohong dan melanggar aturan karena mengirimkan data ke Cambridge Analytica dari sebuah aplikasi yang telah dikembangkannya. Kepada media,  Cambridge Analytica dan profesor tersebut membantah telah melanggar persyaratan Facebook.

 

Pemeriksaan itu mendatangkan ancaman baru bagi reputasi Facebook. Sebelumnya diduga Russia memanfaatkan perangkat sosial media ini untuk mempengaruhi pemilih AS tahun 2016. 

 

Kamis pekan lalu, senator-senator Demokrat menuntut regulasi baru untuk Facebook dan mempertanyakan keamanan data pribadi. Saat itu, belum jelas benar sikap para senator partai Republik. 


 

Editor: Rosyid

 

Rosyid
19-03-2018 11:14