Main Menu

Tutup Kantor PLO, Gedung Putih Tolak Eksistensi Orang Palestina

Bernadetta Febriana
11-09-2018 16:00

Kantor PLO di Washington DC, Amerika Serikat. (Shutterstock/FT02)

Washington DC, Gatra.com- Keputusan pemerintahan Presiden Donald Trum unutk menutup kantor Palestine Liberation Organization's (PLO) di Washington DC dinilai merupakan gambaran pemerintahan Trump yang menolak eksistensi orang-orang Palestina dan membahayakan proses perdamaian.

 

Meskipun keputusan tersebut bisa menjadi tekanan bagi para pemimpin Palestina untuk menerima kesepakatan damai yang belum dirilis juga, namun pengamat mengatakan bahwa usulan penutupan kantor PLO adalah ide yang "bodoh".

Pendiri dan Presiden Arab American Institute, James Zogby mengatakan bahwa penutupan kantor PLO tersebut adalah penolakan terhadap penentuan nasib sendiri bangsa Palestina, penolakan bangsa Palestina sebagai manusia yang eksis. "Ini sama saja kembali ke masa pemikiran bahwa bangsa Palestina itu tidak ada," kata Zogby, seperti dikutip dari Aljazeera.

Zogby menyarankan agar perwakilan PLO yang mulanya punya kantor sendiri di Washington untuk berpindah ke salah satu kantor perwakilan negara Arab di Amerika Serikat untuk melanjutakan pelayanan kekonsuleran, seperti yang pernah dilakukan saat PLO belum memiliki kantor resmi di ibukota Amerika Serikat tersebut.

Sebelumnya, Senin (10/110 kemarin penasehat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton mengumumkan bahwa pemerintahan Trump menyatakan bahwa PLO tidak mengambil langkah langsung dan berarti dalam hal negosiasi dengan Israel.

Bolton menyatakan bahwa pimpinan PLO menolak untuk bersikap respek terhadap usaha perdamaian yang sedang diupayakan oleh pemerintah AS. "Belum apa-apa, PLO malah mengeluarkan kecaman terhadap usaha kami," tuduh Bolton.

Para pejabat Palestina mengecam tindakan Gedung Putih yang melakukan penutupan kantor PLO tersebut dan menggambarkan tindakan tersebut sebagai deklarasi perang terhadap usaha membawa perdamaian di kawasan.


Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
11-09-2018 16:00