Main Menu

Pemerintah Brasil Marah Warga Negaranya Dieksekusi Mati di Indonesia

Arif Prasetyo
18-01-2015 07:50

Dilma Rousseff (REUTERS/Sergio Moraes)Rio de Janeiro, GATRAnews - Pemerintah Brasil "marah" dengan pelaksanaan hukuman mati atas salah satu warganya di Indonesia terkait penyelundupan narkoba. Seperti diketahui Marco Archer Cardoso Moreira, 53 tahun, warga negara Brasil ditangkap pada 2003 setelah petugas Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta menemukan 13,4 kg kokain.

Pemerintah Brasil mengatakan, ia adalah warga negara Brasil pertama yang dieksekusi di luar negeri dan telah memperingatkan Pemerintah Indonesia bahwa eksekusi warganya bisa merusak hubungan kedua negara.

Seperti dilansir laman BBC, Sabtu (17/1) Presiden Brasil Dilma Rousseff dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa "marah dan kecewa" atas eksekusi mati warga negaranya.

"Hubungan antara kedua negara telah terpengaruh," kata Presiden Rousseff, dan akan memanggil Duta Besar di Jakarta," tambahnya.

Dilma Rousseff mengatakan bahwa sebelumnya terpidana mati telah melakukan permohonan grasi pada Jum`at (16/1), tetapi ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Pemerintah Brasil merupakan mitra Indonesia dan menghormati kedaulatan serta sistem peradilan negara Indonesia.

Presiden Joko Widodo memahami kekhawatiran Presiden Rousseff, tetapi terpidana mati sudah mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia hingga penolakan permintaan grasi.
.
Eksekusi hukuman mati ini merupakan sikap tegas dalam memerangi peredaran norkotika di Indonesia.
 
Sebelumnya eksekusi mati Moreira, dalam sebuah video yang direkam oleh seorang temannya, mengatakan bahwa ia menyesal mencoba menyelundupkan kokain ke Indonesia. "Saya sadar bahwa telah melakukan pelanggaran serius, tapi aku yakin aku pantas kesempatan lain. Semua orang membuat kesalahan," demikian Moreira.

Seperti diketahui Lima narapidana lainnya, dari Indonesia, Malawi, Nigeria, Vietnam, dan Belanda, telah dieksekusi pada Ahad (18/1). Mereka telah menyelundupkan narkotika masuk ke Indonesia dan dieksekusi di Pulau Nusa Kambangan dan seorang wanita Vietnam dieksekusi di Boyolali, JawaTengah. {jcomments on}



Penulis: Arief Prasetyo, Edward Luhukay

Arif Prasetyo
18-01-2015 07:50