Main Menu

50 Tahun Setelah Kematian Malcolm X

Arif Prasetyo
22-02-2015 07:10

New York, GATRAnews - Malcolm X, salah satu pemimpin kulit hitam Amerika yang paling karismatik dan kontroversial dibunuh 50 tahun yang lalu. Dia meninggal dengan berondongan hujan peluru pada 21 Februari 1965 lalu di depan ratusan orang saat ia mulai pidato di Ballroom Audubon di New York City. Istrinya, Betty Shabazz, dan empat anaknya juga hadir.


Pada saat pembunuhan itu, Malcolm X sebenarnya telah menjauhkan diri dari Islam radikal, kelompok di mana ia menjadi terkenal, dan mulai merangkul visi persaudaraan yang lebih universal. Pada tahun 1964, ia mendirikan organisasi Afro-American Unity yang mendekati jalan tengah pada hubungan ras.
 
Pada bulan Februari saat pidato, Malcolm X mengatakan bahwa hanya beberapa kata salam ketika terdengar berondongan peluru yang mengenai bagian belakang, New York Times melaporkan pada saat itu.

USA TODAY kembali melaporkan , Sabtu (21/2), beberapa retorika Malcolm X berapi-api  yang menginspirasi banyak orang. Berikut lima kutipan dari pidatonya:
1. "Tujuan kami adalah kebebasan penuh, keadilan, kesetaraan, dengan cara apa pun yang diperlukan - 20 Desember 1964
2. "Anda tidak bisa memisahkan damai dari kebebasan karena tidak ada yang bisa tenang kecuali ia memiliki kebebasan - 7 Januari 1965
3. "Saya percaya dalam persaudaraan manusia, semua orang, tapi saya tidak percaya pada persaudaraan dengan siapa pun yang tidak ingin persaudaraan dengan saya - 12 Desember 1964
4. "Tidak ada dalam kitab kami, Al-Quran, yang mengajarkan kita untuk menderita damai agama kami mengajarkan kita untuk menjadi cerdas. Jadilah damai, sopan, mematuhi hukum, menghormati semua orang,.. Tetapi jika seseorang menempatkan tangannya pada Anda, mengirimnya ke pemakaman- April 3, 1964
5. "Ini adalah waktu untuk martir sekarang, dan jika saya menjadi salah satu, itu akan menjadi penyebab persaudaraan. Itulah satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan negara ini- 19 Februari 1965.{jcomments on}


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
22-02-2015 07:10