Main Menu

Pembunuh Tiga Anak Disuntik Mati di Texas

Dani Hamdani
19-11-2015 20:59

Kamar Suntik Mati di Penjara Huntsville, Texas (AFP)

Texas, GATRANews - Petugas penjara Texas menyatakan pada Rabu pukul 20.30 waktu setempat, Raphael Holiday dinyatakan mati di ruang eksekusi di Huntsville. 

 

Hukuman suntik mati itu dikenakan pada pria berusia 36 tahun tersebut karena terbukti bersalah  membunuh seorang anak perempuannya dan dua anak perempuan tirinya dengan cara membakar rumah mobilnya pada 2000.
 

Dia menjadi narapidana ke-531 yang dieksekusi mati oleh Texas sejak Mahkamah Agung AS menerapkan lagi hukuman mati pada 1976. Texas menjadi negara bagian di AS yang paling sering mengeksekusi mati narapidana.
 

"Ya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada yang mendukung saya dan yang mencintai saya," kata sang narapidana saat mengucapkan kalimat terakhirnya.
 

Holiday terbukti membunuh Tierra Lynch (7); Jasmine DuPaul (5); dan Justice Holiday (1), di sebuah desa sekitar 160 km dari arah barat laut Houston.


"Dia saat itu hidup bersama Tami Wilkerson, istrinya, sebelum menuduhnya menyerang secara seksual Tierra," kata kantor kejaksaan Texas seperti dilaporkan Antara.
 

Enam bulan kemudian, Holiday yang ingin rujuk kembali dengan Wilkerson, kembali ke rumah itu dan dengan menodongkan senjata memaksa nenek dari tiga gadis itu untuk menyiramkan bensin ke rumah itu yang kemudian menyala dan membakar rumah itu. Sang nenek selamat.

 
Setelah itu dia kabur dengan mengendarai sebuah mobil yang kemudian dipergoki polisi lalu lintas karena melanggar batas kecepatan berkendara.  Jenazah ketiga anak kecil itu  kemudian ditemukan meringkuk bersama di rumah yang sudah hangus terbakar.
 

Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan pengacara terpidana. MA juga menolak permintaan penundaan eksekusi terpidana yang diajukan pengacaranya yang beralasan ada masalah pada peradilan.

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
19-11-2015 20:59