Main Menu

Gempa Ekuador Rengut 413 Nyawa

Dani Hamdani
19-04-2016 11:00

Ekuador dilanda bencana gempa (AFP/Luis Acosta/HR02)

Portoviejo/Pedernales, Ekuador, GATRANews - Presiden Ekuador Rafael Correa pada Senin (18/4) mengelilingi satu kota yang hancur akibat gempa yang menewaskan 413 orang dan melukai 2.600 orang lebih itu. Presiden Ekuador menyatakan pembangunan kembali membutuhkan biaya miliaran dolar dan potensi dampaknya pada ekonomi negara anggota OPEC yang sedang rapuh itu.

 

Warga Ekuador yang terguncang mengantre untuk mendapatkan makanan dan selimut, tidur di reruntuhan rumah mereka yang hancur atau berkumpul di jalanan setelah gempa paling parah sejak gempa 7,7 Skala Richter tahun 1979 yang menewaskan sedikitnya 600 orang dan melukai 20.000 orang menurut lembaga survei geologis Amerika Serikat.

 

Dengan korban jiwa yang kemungkinan akan bertambah serta rumah-rumah yang rata dengan tanah dan jalan-jalan dan jembatan yang rusak, Correa dengan wajah muram mengingatkan bahwa bencana terbesar di Ekuador itu meletakkan beban besar di negara Andes yang miskin tersebut.


"Rekonstruksi akan berbiaya miliaran dolar," kata Correa di kota yang paling parah terdampak gempa, Portoviejo, tempat para pengungsi mengerumuninya untuk meminta bantuan. "Dampak ekonominya akan sangat besar," lanjutnya seperti dilaporkan Antara.

Pertumbuhan ekonomi berpenduduk 16 juta jiwa yang utamanya bergantung pada minyak dan ekspor itu sudah diperkirakan mendekati nol tahun ini karena merosotnya pendapatan dari minyak.

Industri energi tampaknya terhindar dari kerusakan meski kilang utama Esmeraldas ditutup sebagai tindakan pencegahan. 

Kendati demikian ekspor pisang, bunga, biji cokelat dan ikan akan melambat karena jalan-jalan rusak dan penundaan di pelabuhan.

Michael Henderson dari perusahaan konsultan risiko Maplecroft mengatakan Ekuador memiliki lebih sedikit pendukung untuk pulih ketimbang Chile, tempat gempa mengakibatkan kerugian 30 miliar dolar AS tahun 2010.

"Sementara ekonomi Chile kembali tumbuh kuat dari krisis finansial..., Ekuador menurun tajam baru-baru ini karena harga minyak yang rendah menekan aktivitas," katanya.

"Namun total kerusakan aset dalam dolar mungkin agak lebih sedikit dibandingkan di Chile karena kekuatan gempanya lebih kecil dan fakta bahwa Ekuador adalah negara yang jauh lebih miskin," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Editor: Dani Hamdani  
Dani Hamdani
19-04-2016 11:00