Main Menu

Keputusan Menembak Mati Gorila di Cincinnati Dianggap Tepat

Tian Arief
31-05-2016 14:48

Gorila Harambe sebelum ditembak mati (GATRAnews/kisahdunia.com)

Cincinnati, GATRAnews - Direktur kebun binatang dan taman botani Cincinnati, menyatakan bahwa keputusan menembak mati seekor gorila jantan yang menyeret bocah berusia empat tahun di pergelangan kakinya, sebagai keputusan yang tepat. Menurut Thane Maynard, direktur itu, gorila tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan anak itu namun juga menyakitinya.

"Jika mengkaji kembali peristiwa itu, kami akan membuat keputusan sama untuk menembak gorila tersebut," kata Maynard, dalam jumpa pers, di Cincinnati, Amerika Serikat, Senin (30/5).

Menurut Maynard, gorila bernama Harambe itu jelas gelisah dan disorientasi. Gorila dari dataran rendah barat berusia 17 tahun itu, tergolong jenis yang tercantum dalam daftar satwa yang terancam punah.

Terbenturnya kepala anak itu pada beton saat ia sedang diseret di sepanjang kandang, merupakan salah satu faktor pendorong keputusan untuk menembak Harambe pada Sabtu lalu (28/5).

Maynard menjelaskan, pihaknya tidak menggunakan senapan bius untuk melumpuhkan gorila berukuran besar itu, karena menurutnya hanya akan makin membuatnya gelisah dan makin membahayakan anak itu. Penjaga kebun binatang lalu membuat keputusan untuk menembak mati Harambe.

Tim tanggap binatang berbahaya kebun binatang itu menembak mati Harambe sekitar 10 menit setelah menyeret-nyeret anak itu di atas air.

Atas penembakan satwa langka itu, kelompok pecinta hewan pada Senin, menyatakan kemarahan mereka atas penembakan gorila Harambe.

Lebih dari 200.000 orang telah menandatangani petisi dalam jaringan di Change.org, untuk memprotes penembakan tersebut. Beberapa petisi mendesak polisi untuk menahan orangtua anak itu.

Namun, Maynard mengatakan, kebun binatang juga telah menerima ribuan pesan simpati dan dukungan, termasuk dari kebun binatang lain.

Maynard menyatakan bahwa kebun binatang itu aman dan tidak lalai. Anak itu rupanya naik di atas penghalang setinggi satu meter. "Orang bisa memanjat penghalang. Itulah yang terjadi," katanya, seperti dilansir Antara.

Kebun binatang akan mengkaji ulang apakah penghalang itu perlu ditambah ketinggiannya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
31-05-2016 14:48