Main Menu

Hillary Clinton Sakit, Episode Baru untuk Menyoal Kesehatannya

Rohmat Haryadi
12-09-2016 14:23

Hillary Clinton (AFP/Robyn Beck/HR02)

Jakarta, GATRANews - Hillary Clinton, 68 tahun, calon presiden Amerika dari Partai Demokrat, sempat goyah saat menghadiri upacara menandai peringatan 15 tahun serangan 11 September, di New York, Ahad kemarin. Dia tiba-tiba meninggalkan upacara dan harus ditolong dengan mobil van agen Secret Service. Dokter pribadinya kemudian mengatakan bahwa Clinton sedang dirawat karena pneumonia (paru-paru basah) dan dehidrasi.



Insiden itu terjadi setelah kubu lawannya dari Partai Republik, Donald J. Trump menanyakan kesehatannya. dan kampanyenya cenderung meningkatkan tekanan pada Hillary Clinton. Termasuk meminta catatan medis rinci untuk menjelaskan itu. Namun, Hillary menolak.

Untuk menepis semua itu, Hillary Clinton tampil pada acara pagi di ground zero ke apartemen putrinya Chelsea, di Manhattan. Sekitar 90 menit setelah tiba di sana, dia muncul di distrik Flatiron, New York. Dia melambaikan tangan kepada kalayak dan berpose untuk foto dengan gadis kecil di trotoar. "Saya merasa baik. Ini hari yang indah di New York," katanya.

Dokter pribadi Hillary, Dr. Lisa R. Bardack, menyatakan telah memeriksa calon presiden Amerika itu di rumahnya di Chappaqua. Bardack mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Mrs. Clinton telah pulih dengan baik. "Dia mengalami batuk yang berhubungan dengan alergi," kata Bardack menjelaskan tentang batuk berkepanjangan yang diderita Hillary Clinton. "Dia diberi antibiotik, dan disarankan untuk beristirahat, dan memodifikasi jadwalnya," tambah Bardack.

Dalam kampanye Minggu malam, Hillary mengatakan membatalkan rencananya untuk melakukan perjalanan ke California pada Senin ini. Padahal semula direncanakan dia dua hari di sana. Sebuah video Hillary diambil yang diambil seorang peserta upacara nampak kaki Hillary ditekuk ketika dia berjuang untuk menenangkan diri dan berjalan ke mobil vannya. Dia membutuhkan bantuan dari dua agen Secret Service, yang memeluknya di kedua sisi, bergerak di pinggiran jalan dan masuk ke dalam van.

Ini mendorong episode baru tentang kesehatan Hillary Clinton. Selama berbulan-bulan Partai Republik menunjukkan bukti langka, mempertanyakan stamina Hillary Clinton, dan mengklaim dia sakit, sering batuk berulang-ulang. Suhu yang tinggi di New York, dan kelembaban tinggi, saat upacara peringatan digelar rupanya tidak pas buat Hillary. Rivalnya, Trump juga menghadiri upacara tersebut, seperti yang dilakukan banyak pejabat lainnya.

Hillary nampak tidak sakit ketika pertama kali tiba di lokasi bekas World Trade Center. "Dia tampak baik-baik saja," kata Peter T. King, seorang Republikan, yang sempat berbicara sebentar dengan Hillary. Tapi, sekitar satu jam kemudian ada keributan kecil, kata King. Saat itu sejumlah pejabat New York tengah berdiri hikmat ketika nama-nama korban serangan yang dibacakan. Tiba-tiba, Hillary Clinton, yang juga mantan senator New York, meninggalkan posisinya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
12-09-2016 14:23