Main Menu

Wapres Jusuf Kalla Minta Dukungan Venezuela agar RI Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Anthony Djafar
19-09-2016 11:23

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (kiri) bersama Presiden Venezuela Nicolas Maduro (AFP/Yoset Montes/HR02)

Pulau Margarita, GATRAnews – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Nonblok pada Minggu (18/9/16) waktu setempat. Pertemuan itu membahas upaya peningkatan kerjasama bilateral khususnya bidang ekonomi, migas, pariwisata, dan perdagangan.

 

Dalam pertemuan itu Presiden Maduro meminta dukungan Indonesia dalam penguatan usulan kepada OPEC terkait mekanisme stabilisasi harga melalui pembatasan produksi. "Wapres Jusuf Kalla mengatakan akan mengkaji usulan Maduro," kata Juru Bicara Wapres Jusuf Kalla, Husain Abdullah melalui keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Senin (19/9/2016).

Adapun Wapres Jusuf Kalla kata Husain Abdullah menyampaikan permintaan dukungan Venezuela untuk pencalonan RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020 mendatang. Permintaan Jusuf Kalla itu disambut positif Maduro.

Dalam kunjungan Wapres kali ini, selain mengagendakan pertemuan dengan sejumlah kepala negara, JK juga akan melakukan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). “Kalla dijadwalkan berpidato pada Annual General Assembly PBB mewakili Indonesia,” ujar Husain.

Agenda berikutnya, Wapres Jusuf Kalla akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi yang membahas masalah pengungsi dunia dan diagendakan bertemu dengan perwakilan United Nation Develompment Programme, United Nation Framework Convention on Climate Change dan Badan Restorasi Gambut, hingga pertemuan World Economic Forum. “JK diagendakan juga menghadiri undangan dari PM Norwegia dan undangan Kadin AS-Indonesia,” kata Husain.

Selama ini Indonesia terus memperjuangkan diri untuk dapat dicalonkan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Dewan Keamanan ini merupakan lembaga yang paling menentukan di PBB sebab Indonesia bisa berbicara langsung dengan anggota permanen untuk kepentingan keamanan dan perdamaian global.

Anggota tidak tetap DK PBB dipilih setelah digilir dengan sistem voting. Sebelumnya Indonesia sudah tiga kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, di tahun 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

 

Reporter: Anthony Djafar

Editor: G.A. Guritno

 

Anthony Djafar
19-09-2016 11:23