Main Menu

UU Baru Menugaskan NASA Mengirim Misi Berawak ke Mars

Rohmat Haryadi
26-09-2016 02:16

Ilustrasi: Mengebor Air di Mars (NASA)

Jakarta, GATRANews - Senat Amerika meloloskan RUU bipartisan (didukung dua partai yaitu Republik dan Demokrat) yang menyetujui anggaran baru US$ 19,5 milyar untuk Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) untuk mengirim astronot ke Mars, dalam 25 tahun ke depan. “Lima puluh lima tahun setelah Presiden Kennedy menantang untuk menempatkan manusia di bulan, Senat menantang NASA untuk menempatkan manusia di Mars," kata Senator Florida, Bill Nelson, akhir September ini.



RUU ini juga memblok presiden Amerika yang akan datang untuk tidak menurunkan program ruang angkasa yang sudah dipatok. RUU ini menandai untuk pertama kalinya perjalanan ke Mars telah diamanatkan undang-undang. Anggaran yang didelegasikan undang-undang untuk komponen yang berbeda dari misi ke Mars, seperti US$ 4,5 milyar untuk eksplorasi. RUU ini juga menyediakan berbagai program strategis , seperti pengembangan lanjutan dari peluncuran luar angkasa baru.

Presiden dikunci untuk tidak mengotak-atik RUU tersebut belajardari langkah Presiden Obama yang mengubah memo kebijakan pemerintahan Bush atas program Constellation, untuk mengirim astronot kembali ke bulan, banyak yang tidak menyukai. "Kami telah melihat di masa lalu pentingnya stabilitas dan prediktabilitas di NASA dan eksplorasi ruang angkasa, (dan) bahwa setiap kali seseorang memiliki perubahan administrasi, kami melihat kekacauan yang dapat disebabkan oleh pembatalan program utama," kata Senator Ted Cruz, Republikan asal Texas, yang memimpin subkomisi yang mengawasi program luar angkasa.

“Dampak pekerjaan yang hilang,, uang yang terbuang sangat signifikan,” tambahnya. Selain dana eksplorasi  Mars US$ 4,5 milyar, sekitar US$ 5 milyar untuk operasinal ruang angkasa, dan US$ 5,4 milyar untuk ilmu pengetahuan. Karena orbit Bumi dan Mars ada peluang spesifik untuk berlangsungnya misi yaitu saat kedua planet  berdekatan satu sama lain sejauh 33.900.000 mil (54.600.000 km). Karena selain sedekat itu juga biasa terentang jauh 250 juta mil (400 juta km).

Untuk alasan ini pesawat ruang angkasa ke Mars, seperti rover Curiosity, harus memulai perjalan pada posisi tertentu ketika kedua planet pada posisi yang selaras. Peluang berikutnya terbuka dari Januari 2016 sampai April 2016, dan akan melihat peluncuran dua misi lebih ke planet merah. Untuk misi berawak di masa depan, mereka perlu untuk memulai di salah satu kesempatan dimana perjalanan bisa memakan waktu total dua tahun. Dan pada kesempatan lain, ada yang hanya memakan waktu hingga sembilan bulan.

Para astronot akan berada di sana menunggu selama satu tahun sampai mereka dapat kembali - total sekitar tiga tahun. Tetapi tidak ada manusia yang telah menghabiskan lebih dari 14 bulan secara terus menerus dalam ruang angkasa sehingga diperlukan penelitian untuk melihat bagaimana para kru akan mengatasi persoalan ini.

NASA diprogramkan mengirim misi tak berawak pada 2018, dan mengirim misi berawak pada 2021. NASA telah memimpikan misi berawak ke Mars sejak meluncurkan satelit ke orbit planet merah ini 40 tahun yang lalu. Sekarang dengan anggaran baru, astronot bisa segera menjadi kehidupan nyata di Mars. NASA juga harus bekerja untuk menjaga operasional ISS setidaknya sampai 2024, dan menyediakan pakaian antariksa baru untuk Mars. Juga diagnosis dan pengobatan terhadap efek medis astronot dalam menghabiskan waktu di ruang angkasa tanpa bobot.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
26-09-2016 02:16