Main Menu

Kontes Persaingan Perusahaan Raksasa Amerika Membangun Kota di Mars

Rohmat Haryadi
29-09-2016 09:15

Kolonisasi Mars (Ville Ericsson)

Jakarta, GATRANews - Rencana Elon Musk untuk mengolonisasi Mars dimulai dengan membangun roket yang benar-benar besar. Dia terus mencari cara untuk mewujudkan cita-citanya itu. Selama bertahun-tahun, Musk, miliarder pendiri perusahaan roket SpaceX, telah memberikan tawaran yang menggoda untuk mengekspolitasi planet merah.



Hal itu disampaikan dalam konferensi International Astronautical Congress, di Guadalajara, Meksiko. Musk memberikan rincian rekayasa, jadwal optimistis yang dilengkapi video, Selasa, 27 September. "Apa yang Anda lihat di sana sangat dekat dengan apa yang akan kita bangun," kata Musk, mengacu pada roket dan pesawat ruang angkasa dalam video. Musk memperkirakan biaya US$ 10 miliar untuk mengembangkan roket, dan penumpang pertama ke Mars bisa lepas landas paling cepat 2024, jika rencana itu tanpa hambatan.

Saat ini, SpaceX mendanai biaya pengembangan misi itu puluhan juta dolar per tahun. Tetapi, akhirnya perusahaan melirik beberapa jenis kemitraan dengan perusahaan swasta. Setiap wahana ruang angkasa SpaceX mengangkut 100 penumpang dalam perjalanan ke Mars, dengan perjalanan direncanakan setiap 26 bulan. Yaitu ketika Bumi dan Mars mengambil jarak terdekat satu sama lain. Tiket per orang mungkin US$ 500.000 pada awalnya, dan turun sekitar sepertiga di kemudian hari.

Untuk membangun peradaban di Mars yang mandiri diperlukan sekitar sejuta orang, atau 10.000 kali penerbangan, dengan lebih banyak mengangkut peralatan, dan persediaan makanan. "Kita akan membutuhkan sesuatu cukup besar untuk melakukan itu," kata Musk. Ini membutuhkan waktu 40 tahun, satu abad sebelum kota di Mars mandiri.

Suasana di konferensi itu hampir seperti konser rock atau peluncuran produk baru Apple, orang-orang berbaris mengantri menyaksikan presentasi Musk beberapa jam sebelumnya. Musk telah berbicara tentang "Mars Colonial Transporter," tetapi beberapa minggu yang lalu, dia menyarankan bahwa kemampuannya jauh lebih besar.

Elon Musk dan Mars (Tech Insider/Recode/NASA)
Elon Musk dan Mars (Tech Insider/Recode/NASA)

Dia sekarang menyebut Sistem Transportasi Antar Planet dengan roket canggih terbaru mencakup 42 dari SpaceX, mesin pendorong Raptor yang jauh lebih kuat. Pada Senin, dia memposting gambar di Twitter pengujian pertama Raptor. Mars telah lama menjadi tujuan Musk dan SpaceX.
Dia ingin melakukan percobaan ilmiah - untuk mengirim rumah kaca ke Mars, dan melihat apakah tanaman bumi bisa tumbuh di tanah Mars.

Dia mengatakan opsi mengembangkan roket untuk peluncuran melalui SpaceX, yang memiliki kantor pusat di Hawthorne, California. Musk menyatakan sering bahwa tujuan SpaceX adalah untuk mengirim orang ke Mars untuk membuat umat manusia "spesies multiplanetary" untuk menjamin kelangsungan hidup dalam kasus beberapa bencana seperti serangan asteroid menimpa bumi.

Roket baru dapat digunakan bahkan untuk perjalanan yang lebih jauh, ke tempat-tempat seperti Europa, bulan es Jupiter. "Sistem ini benar-benar memberi Anda kebebasan untuk pergi ke mana pun Anda inginkan dalam tata surya yang lebih jauh," katanya. Yang kurang jelas adalah bagaimana SpaceX akan menggalang uang yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi Mars itu. Musk mengakui bahwa SpaceX tidak mungkin mampu melakukannya sendiri. "Pada akhirnya, ini akan menjadi kemitraan perusahaan swasta besar," katanya.

SpaceX telah menerima banyak pembiayaan untuk pengembangan roket dari NASA, dari kontrak untuk mengirim kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Angkatan Udara Amerika menyediakan US$ 33.600.000 untuk pengembangan Raptor. Scott Pace, mantan pejabat NASA yang merupakan direktur dari Institut Kebijakan Luar Angkasa di Universitas George Washington, mengatakan visi Musk adalah masuk akal secara teknis.

Musk juga menghadapi persaingan dari miliarder lainnya dalam mimpi yang ambisius ini. Jeff Bezos, pendiri Amazon, memiliki perusahaan sendiri roket, Blue Origin, yang bulan ini juga mengumumkan roket baru, New Glenn, namun dikecilkan roket baru SpaceX ini. Robert Meyerson, presiden Blue Origin, mengatakan tujuan New Glenn adalah membawa orang ke ruang angkasa, meskipun juga mampu meluncurkan satelit.

Meyerson mengatakan Blue Origin memiliki roket yang lebih besar, disebut New Armstrong. Bezos mengatakan tujuannya adalah untuk membawa jutaan orang untuk hidup di ruang angkasa, meskipun dia belum menyebutkan Mars sebagai tujuan. Blue Origin menghadapi sedikit tekanan untuk menguntungkan secepat SpaceX, atau perusahaan publik seperti Boeing dan Lockheed Martin, dan harus menjawab pemegang saham.

NASA masih berbicara tentang ambisi Marsnya juga. William H. Gerstenmaier, administrator asosiasi untuk eksplorasi dan operasi manusia, mengatakan semua bagian untuk misi Mars berawak dalam pembangunan, setidaknya untuk mencapai orbit Mars pada 2030-an sesuai dengan anggaran yang ada. "Kami tidak berpikir kami akan mendapatkan anggaran baru yang besar," katanya. Dia mengakui bahwa dalam rencana NASA, astronot akan menjejakkan kaki di Mars akan memakan waktu lebih lama, mungkin tidak sampai 2040.


Editor: Rohmat Haryadi

Save

Rohmat Haryadi
29-09-2016 09:15